SERANG – Peluang atlet selam Banten merebut prestasi pada PON Papua 2020 kian terbuka. Hal itu diketahui setelah atlet selam Banten menembus peringkat tiga besar dari tujuh nomor yang dipertandingkan pada ajang Pra PON 2019.
Atlet yang menembus tiga besar itu, yaitu Amartya Latifa Rahnidevi juara ketiga nomor 800 meter surface dan juara ketiga 400 meter surface. Trinasya Charis Renata juara kedua 100 meter surface dan juara kedua 50 meter apnea. Kemudian, M Alifka Ihsan juara ketiga 3000 meter finswimming laut dan juara ketiga 6000 meter finswimming laut. Dan yang terakhir, tim estafet bifin putra meraih juara kedua.
Pelatih selam Banten Livia Iriana mengapresiasi hasil positif yang dipersembahkan atletnya. Apalagi, sambung Livia, atlet Banten seluruhnya merupakan pendatang baru dan mampu bersaing dengan atlet senior.
“Kita tembus tiga besar di tujuh nomor pertandingan. Saya salut sama mereka. Meski atlet Banten semuanya pendatang baru, tapi mereka mampu bersaing dengan seniornya. Ini terobosan baru bagi kami, dan juga menunjukkan bahwa atlet selam daerah Banten layak diperhitungkan,” kata Livia, Rabu (30/10).
Melihat hasil tersebut, Livia optimistis atlet yang lolos ke PON Papua 2020 bisa kembali berprestasi. Harapannya, meningkatkan pencapaian yang sudah diraih di ajang Pra PON 2019. “Karena target yang lolos tiga besar, jadi yang sudah lolos ini kansnya cukup besar di PON nanti. Harapannya meningkat, atau paling tidak mempertahankan yang sudah diraih,” jelas Livia.
Pada ajang Pra PON 2019 yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, sejak Jumat (25/10) hingga Rabu (30/10) tersebut, seluruhnya Pengprov POSSI Banten memboyong sembilan atlet. Empat atlet putra terdiri dari M Alifka Ihsan, Insanul Kamil Andika, Theodorius Luki Handijaya, dan Aren Omar Rachman.
Kemudian, lima atlet putri diperkuat oleh Amartya Latifa Rahnidevi, Trinasya Charis Renata, Zefanya Naomi Hizkia Laisina, Angela Gabriella Laisina, dan Gabriella Ranti.
“Seluruhnya kita bawa sembilan atlet. Untuk persiapan menuju Pra PON ini, sebenarnya sudah kita jalankan sejak 2018. Mereka semua kita pilih karena prestasinya di kejuaraan nasional (kejurnas),” ungkap Livia. (rbs/nda/ira)







