TANGERANG – Warung desa. Pemerintah Desa Kadujaya, Kecamatan Curug, saat ini tengah fokus merealisasikannya tahun 2019. Warung yang nantinya akan menjual kuliner itu, akan dikelola oleh anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kadujaya.
Tekad Kepala Desa Kadujaya Muhdi Pribadi merealisasikan warung desa itu, karena program pembinaan masyarakat ini memberikan wadah bagi para ibu rumah tangga berkreasi di bidang kuliner. Dengan warung desa ini, ibu-ibu rumah tangga diharapkan bisa menciptakan kuliner khas Kadujaya.
Untuk itu, Pemerintah Desa Kadujaya telah menggandeng PKK. Pemerintah desa telah menggagas pelatihan kuliner. Sehingga, peserta pelatihan bisa berinovasi mengkreasikan hasil olahan kulinernya menjadi unik dan khas.
“Warung desa ini, sebenarnya sudah terencana sejak 2017. Tepi belum direalisasikan karena waktu itu, kami juga belum berhasil membentuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa-red). Nah, sekarang, kalau pelatihan kulinernya berhasil (digelar tahun ini-red), rencananya kami akan merealisasikan warung desa. Warung ini akan dikelola oleh PKK. Jadi, makanan hasil karya ibu-ibu itu akan dipasarkan di warung desa ini,” tutur staf Pemerintah Desa Kadujaya Romdhoni kepada Tim Saba Desa Radar Banten di Kantor Desa Kadujaya, Jalan Raya Curug Nomor 116, Senin (6/5). Romdhoni mewakili Muhdi Pribadi.
Mengenai program pemberdayaan masyarakat, Romdhoni menyampaikan, Pemerintah Desa Kadujaya pernah melaksanakannya pada Desember 2018. Yakni, pelatihan menjahit dan pengelasan, berikut pemberian bantuan peralatan menjahit dan mengelas. Peralatan ini diberikan kepada setiap kelompok peserta pelatihan. Yakni, ibu-ibu rumah tangga dan pemuda putus sekolah.
“Di bidang menjahit, kami (Pemerintah Desa Kadujaya-red) memberikan mesin jahit dan obras untuk lima kelompok masyarakat. Masing-masing kelompok beranggota delapan orang. Mereka sudah bisa menghasilkan mukena sebagai produk jahitan mereka. Nah, kalau yang bengkel las itu ada tiga kelompok. Masing-masing anggotanya lima orang. Tapi, saat ini sih kami (Pemerintah Desa Kadujaya-red) belum dapet laporan gimana perkembangan mereka,” ujar Romdhoni.
Di bidang infrastruktur, pelaksanaan pembangunannya telah terlihat. Program yang direalisasikan sejak 2018 itu, menurut Kasi Pembangunan Desa Kadujaya Subekti Eko, berjalan cukup optimal. Pemerintah desa membangun jalan-jalan lingkungan menggunakan paving block, membangun drainase, dan pembangunan fisik lainnya. Hingga saat ini, infrastruktur yang dibangun telah mencapai 87 persen.
“Seperti halnya pembuatan gorong-gorong yang menggunakan u-ditch di Kampung Bitung, RT 002, RW 005, dan paving block di Kampung Cisereh, RT 001, RW 006, sudah dilakukan dengan baik. Sehingga, bisa dirasakan manfaatnya oleh warga,” tutur Subekti. (pem/rb)









