SERANG – Pemrov Banten diminta memberikan perhatian khusus kepada Kota Serang sebagai ibukota Provinsi Banten. Baik berupa bantuan keuangan (bankeu) sampai percepatan pembangunannya.
Permintaan tersebut disampaikan Walikota Serang Syafrudin kepada anggota DPRD Provinsi Banten daerah pemilih (dapil) Kota Serang saat serap aspirasi (reses) di aula Sekretariat Daerah Kota Serang, Selasa (26/11). “Banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dikemukakan dan perlu direalisasikan terkait kondisi Kota Serang,” katanya.
Pada reses tersebut hadir empat dari lima anggota DPRD Provinsi Banten asal Kota Serang. Yakni, Furtasan Ali Yusuf (NasDem), Encop Sofia (Gerindra), Juheni M Rois (PKS) dan Teguh Istaal (Golkar).
Syafrudin menjabarkan berbagai persoalan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemprov di wilayahnya. Di antaranya, pembangunan Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani, Jalan Lingkar Selatan, Ciracas, dan Jalan Ki Ajurum. “Ini jadi jadi bahan yang kami ungkapkan untuk ditindaklajuti,” katanya.
Selain itu, ada beberapa bangunan seperti Polsek Cipocokjaya dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang yang bangunannya agak menjorok ke jalan. Menurut Syafrudin, perlu jadi perhatian khusus agar pelebaran jalan segera selesai dan penataan kota lebih indah.
Dia juga menyampaikan soal bankeu dari provinsi yang dinilainya masih kecil. Kota Serang idealnya mendapat sekira Rp100 miliar. Meski hanya mendapat Rp45 miliar, Pemkot Serang tetap menerimanya. “Rp45 miliar ini kami tetap terima tapi kami minta provinsi bisa bangun yang menjadi kewajiban kota sehingga sehingga balance (seimbang), banprov dan yang akan dibangun di Kota Serang,” ujar Syafrudin.
Anggota DPRD Provinsi Banten Furtasan Ali Yusuf merespon aspirasi Pemkot Serang. “Kota Serang seharusnya lebih besar (bankeu) karena ini ibukota, wajah atau etalase Banten,” katanya.
Kota Serang juga dinilainya masih baru dengan APBD yang relatif masih kecil. “APBD-nya masih Rp1,3 triliun, itu kalau di provinsi cuma satu OPD (organisasi perangkat daerah-red). Jadi masih kecil karena itu Kota Serang harus jadi prioritas yang sekarang Rp45 miliar, mudah-mudahan ke depan bisa Rp100 (miliar),” kata Furtasan.
Terkait aspirasi pembangunan infrastruktur, Anggota DPRD Provinsi Banten Juheni M Rois mengatakan, keberhasilan Pemprov bisa dilihat dari upayanya menata Kota Serang sebagai ibukota provinsi. “Kita dengar banyak sekali kewajiban provinsi yang belum selesai di Kota Serang, kami akan dorong, terutama saya di Komisi IV dan Pak Fai di anggaran agar segera selesai,” katanya.
Selain jalan yang saat ini sedang dibangun, pihaknya juga akan mengusulkan pembukaan jalan baru di Lingkar Utara dari Kecamatan Serang ke arah Taman, Walantaka. “Ini akan kami usahakan agar dibuka dan mengurai kemacetan. Insyallah kita perjuangkan agar kota bebas macet,” katanya. (Ken Supriyono)









