CILEGON – Satreskrim Polres Cilegon membekuk komplotan pencuri sepeda motor (curanmor) yang kerap beroperasi di Kota Cilegon.
Tiga orang anggota komplotan curanmor, yaitu Arya Sakti, Sandi, dan Agus, dengan satu penadah yang bernama Zaenal Abidin, serta lima unit sepeda motor hasil curian diamankan oleh petugas.
Wakapolres Cilegon Kompol Andra Wardhana menuturkan, penangkapan tiga anggota kompolotan curanmor dan satu orang penadah itu berawal saat unit Resmob Satreskrim Polres Cilegon mengamankan Arya Sakti dan Sandi.
Setelah diinterogasi, keduanya mengaku bersama Agus telah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak lima kali di sejumlah tempat di Kota Cilegon. “Selanjutnya kami bergerak melakukan pengejaran terhadap pelaku yang masih DPO,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Mapolres Cilegon, Selasa (26/11).
Berbekal sejumlah informasi dari Arya dan Sandi, petugas berhasil mengamankan Agus dan satu orang penadah bernama Zaenal Abidin. Keduanya pun langsung digelandang petugas ke Mapolres Cilegon.
Kompolotan curanmor itu mengaku telah melakukan aksinya di lima tempat berbeda. Antara lain di parkiran depan kampus Untirta, Leuweungsawo, dan Sambiranggon. Mereka menggasak motor yang sedang diparkir di depan rumah. Terakhir di garasi rumah warga di Kampung Pabuaran Jaha, Desa Tanjung Manis, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada. Pastikan motor telah dikunci ganda,” ujarnya.
Dalam menjalankan aksinya para pelaku menyasar motor yang tidak dikunci ganda. Pelaku yang telah mengintai sasaran kemudian mendorong motor sejauh sekira 10 hingga 20 meter. Setelah itu, pelaku menyetep motor hingga ke tempat aman, dan mencari bengkel yang bisa mengganti kunci.
Pada kesempatan tersebut, Polres Cilegon menyerahkan motor curian ke pemiliknya.
Ratu Solihah menceritakan, motornya digasak pelaku pada bulan April. Saat itu, pelaku berpura-pura membeli makanan di warung miliknya.
“Jadi satu orang beli makan dibungkus, satu orangnya lagi ada di luar. Kayanya yang beli itu ngalihin perhatian saya,” ujarnya.
Ia menyadari aksi pelaku saat satu pelaku yang berpura-pura membeli makanan beralasan mengambil dompet ke motor, namun langsung pergi. Saat ia kejar, ternyata motor miliknya pun sudah tidak ada. “Saya terima kasih motor saya sudah kembali. Ini motor biasa saya pake belanja keperluan warung,” ujarnya. (Bayu Mulyana)
49 Siswa Al Inayah Keracunan, Wali Kota Cilegon Bakal Merekomendasikan Penutupan Dapur MBG
Salah satu siswa Al Inayah yang diduga keracunan menu MBG.
Read moreDetails









