CILEGON – Puluhan rumah di tiga lingkungan di Kota Cilegon terendam banjir pada Sabtu (7/12). Ketiga Lingkungan itu di antaranya, Kruwuk dan Kampung Baru di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol; serta Lingkungan Seneja, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang.
Ketiga lingkungan itu terendam setelah hujan mengguyur Kota Cilegon pada Sabtu (7/12) malam. Akibat musibah itu, warga harus mengevakuasi barang-barang rumah tangga ke lokasi yang tidak terendam.
Di Lingkungan Kruwuk dan Lingkungan Kampung Baru, banjir mulai merendam rumah warga sekira pukul 05.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Sekira 15 kepala keluarga terendam banjir dari air luapan sungai yang mengalir di lingkungan tersebut.
Ketua RW 07 Tofikurohman menjelaskan, ketinggian air yang masuk lingkungan warga bervariasi, paling parah setinggi satu meter. Akibatnya sebagian warga harus mengungsi ke perlintasan kereta api Rangkasbitung-Merak sampai air kembali surut.
Sebelum banjir terjadi, hujan dengan intensitas sedang mengguyur Kota Cilegon sejak Jumat (6/12) malam hingga Sabtu (7/12) dini hari. Meski hujan tidak terlalu deras, banjir tetap menerjang lingkungan warga akibat sungai tak kuat menampung air.
Tofik menduga hal itu terjadi karena aliran sungai menuju laut tertutup oleh material proyek PT Lotte Chemical Indonesia (LCI). “Karena material (proyek Lotte), tanggul yang tinggi, jalur kali terpotong, aliran yang langsung membuang ke laut sudah tertutup sama pasir laut yang itu,” ujar Tofik saat dikonfirmasi Radar Banten, Minggu (8/12).
Kata Tofik, sebelum proyek PT Lotte dimulai, ia dan warga sudah meminta kepada pihak perusahaan produsen kimia itu untuk memperhatikan dampak lingkungan akibat proyek. Namun rupanya hal itu tidak digubris sehingga saat ini warga terendam banjir.
Pada Sabtu siang, sekira pukul 13.00 WIB, warga mengajak aparat kepolisian, unsur legislatif, dan perwakilan PT LCI untuk meninjau kondisi sungai yang berada di sekitar lingkungan warga.
Tofik berharap persoalan banjir segera disikapi oleh pihak-pihak terkait. Ia khawatir saat musim hujan benar-benar mengguyur Kota Cilegon, banjir yang lebih parah menerjang lingkungan tempat tinggal warga.
Sementara itu, di Lingkungan Seneja, banjir pun diakibatkan oleh meluapnya aliran sungai yang melintasi lingkungan tersebut. Akibatnya, sebanyak 25 KK terendam banjir setinggi 30 sentimeter.
“Kalau yang di lingkungan Kruwuk dan Kampung Baru kami tidak menerima laporan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Ahmad Mafruh kepada Radar Banten.
Pria yang kerap disapa Afruh itu melanjutkan, berdasarkan laporan, lingkungan tersebut terendam banjir kurang lebih selama dua jam dari pukul 03.00 WIB hingga 05.00 WIB. Kendati seperti itu menurutnya tidak ada warga yang mengungsi. “Semua tetap bertahan di rumah,” tuturnya.
Sementara itu, pihak PT LCI belum berhasil dikonfirmasi. Humas PT LCI Norman hingga berita ini dibuat tidak menjawab panggilan dan pesan WhatsApp. (bam/ibm/ags)









