PANDEGLANG – Nasib nahas menimpa Suharta dan keempat anggota keluarganya, Sabtu (7/12) pukul 23.50 malam. Oleh karena, tempat tinggal mereka yang berada di Kampung Cikadu, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, ludes terbakar. Bencana kebakaran yang menimpa keluarga tersebut, diduga akibat korsleting listrik di bagian rumah mereka.
Tak ada korban jiwa dalam musibah itu. Hanya saja Suharta mengalami kerugian puluhan juta rupiah, akibat kehilangan tempat tinggal. Kini mereka terpaksa harus tinggal atau mengungsi pada rumah tetangga terdekat.
Suharta mengaku tidak mengetahui awal terjadinya kebakaran yang terjadi di rumahnya, lantaran sedang berada di tempat tinggal ibu kandungnya bersama istrinya. Dia bahkan mengaku kaget ketika mendengar teriakan warga bahwa rumahnya terbakar. “Saya kaget mendengar teriakan warga. Saya langsung buru-buru mengejar balik ke rumah, karena khawatir anak-anak tidur pulas saat kebakaran,” kata Suharta, kemarin.
Suharta mengaku masih bersyukur bahwa anak-anaknya berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. “Alhamdulillah, saya masih bersyukur anak-anak saya selamat. Meskipun barang-barang berharga semua ludes terbakar,” katanya.
Menurut Suharta, api yang membakar rumahnya tidak bisa dipadamkan, karena adanya angin kencang. Api baru padam setelah material rumah beserta isinya sudah gosong jadi abu. “Padahal warga berdatangan dan ikut memadamkan api. Tetapi api tak bisa dipadamkan terkecuali rumah sudah habis terbakar,” katanya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Surya Dermawan mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut. Dia beralasan, karena tidak ada laporan. “Ke kami enggak ada telepon, makanya pas kejadian tidak ada tim pemadam kebakaran di lokasi,” katanya.
Surya berjanji, Senin (9/12) ini akan menurunkan bantuan ke korban kebakaran tersebut. Tujuannya, untuk meringankan beban keluarga korban. “Rencananya besok (hari ini-red) kami akan memberikan bantuan. Bantuan seperti beras, makaman siap saji, dan sejumlah perlengkapan rumah tangga,” katanya. (her/zis)








