SERANG – Kondisi cuaca kemarau berkepanjangan tahun ini ditambah adanya kegiatan buka tutup saluran irigasi membuat banyak petani di Kabupaten Serang mengalami gagal panen. Data Dinas Pertanian Kabupaten Serang hingga September tahun ini menyebutkan, luas lahan pertanian yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 1.326 hektare (ha).
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, dampak dari kemarau panjang tahun ini membuat sejumlah lahan pertanian di wilayahnya mengalami gagal panen. Bahkan, lahan pertanian di wilayah utara sampai teraliri air laut hingga puso.
“Tahun ini sampai September sudah 1.326,5 hektare sawah yang puso. Paling banyak di Serang Utara,” ungkap Zaldi kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler, Kamis (12/12).
Pihaknya belum menghitung kerugian yang dialami petani akibat gagal panen. Namun, Zaldi memprediksi, kerugian petani akibat gagal panen mencapai miliaran rupiah. “Per hektarenya kalau kita hitung nilainya Rp6 juta dikalikan 1.326,5 hektare, berarti sudah miliaran rupiah,” terangnya.
Dikatakan Zaldi, kemarau tahun ini terjadi hingga lima bulan. Belum lagi ada kegiatan buka tutup pintu Irigasi Pamarayan karena sedang ada proyek normalisasi irigasi. “Ini (buka tutup irigasi-red) membuat ketersediaan air semakin berkurang,” jelasnya.
Kata Zaldi, saluran Irigasi Pamarayan akan ditutup sampai akhir Desember dan dibuka pada awal Januari tahun depan. Lantaran itu, pihaknya segera melakukan pertemuan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) untuk membahas persoalan tersebut. “Nanti akan dibahas untuk jadwal buka tutup yang baru,” ujar pria bertubuh jangkung itu.
Zaldi mengaku, pihaknya sudah mendistribusikan bantuan kepada para petani yang terdampak puso. Bantuan juga diberikan kepada petani lainnya. “Kita sudah distribusikan benih padi untuk sepuluh ribu hektare ke semua wilayah, tinggal tunggu masa tanam saja,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang petani di wilayah Kecamatan Pontang Rosidin membenarkan banyaknya lahan pertanian yang terkena puso akibat kekeringan, dampak kemarau panjang. Menurutnya, musim kemarau menyulitkan para petani. “Kemarau enggak ada air, ditambah lagi irigasi kering, kita kesulitan mengairi padi,” keluhnya.
Ia berharap, pintu saluran Irigasi Pamarayan segera dibuka karena petani di wilayah Serang Utara sangat bergantung kepada irigasi tersebut. “Kalau enggak ada hujan, ya kita satu-satunya sumber air dari irigasi itu,” tandasnya. (jek/zai/ira)










