SERANG – Pasien infeksius asal Kabupaten Serang masih ditangani di ruang isolasi RSUD dr Drajat Prawiranegara Serang (RSDP). Hingga tadi malam, pihak RSDP menyatakan kondisinya sudah mulai membaik.
Sebelumnya pasien tersebut masuk ruang isolasi RSDP pada Selasa (3/3) pukul 12.00 WIB. Pasien dirawat di ruang isolasi karena masuk kategori pasien infeksius. Hingga tadi malam, pihak RSDP belum bisa memastikan diagnosa untuk pasien tersebut.
Humas RSDP Haerul Anam mengatakan, pasien tersebut masih ditangani oleh dokter spesialis paru di ruang isolasi. Pihaknya sudah melakukan berbagai perawatan pada pasien. “Kita pantau hari ini (kemarin-red) sudah mulai membaik, tapi masih kita rawat di ruang isolasi,” katanya kepada Radar Banten, Rabu (4/3).
Anam mengatakan, kondisi membaik itu ditandai dengan beberapa perkembangan kesehatan pasien. Mulai dari batuk yang sudah berkurang hingga sesak napas yang juga berkurang. “Saya lihat pasien sudah bisa duduk,” ujarnya.
Pihaknya melakukan berbagai tahapan pengobatan sesuai dengan kondisi pasien. Saat ini, pihaknya sedang fokus mengobati infeksi pada paru-paru pasien. “Tadi sore (kemarin-red) sudah kita rontgen paru-parunya, besok (hari ini-red) baru bisa dibaca hasilnya oleh dokter paru, setelah itu perawatan kita lakukan sesuai dengan kondisi pasien,” terangnya.
Anam tidak bisa memastikan sampai kapan pasien dirawat di ruang isolasi. Menurutnya, masih menyesuaikan dengan perkembangan kondisi kesehatan pasien. “Belum bisa kita pastikan sampai kapan, yang pasti permalam ini (tadi malam-red) masih dirawat di ruang isolasi,” ucapnya.
Selama masa perawatan itu, kata Anam, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta. Termasuk menyampaikan segala perkembangan pasien. “Kalau kondisinya terus memburuk baru kita rujuk ke sana, kalau kondisinya terus membaik, dirawat di sini,” katanya.
Tetap Waspada
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengimbau masyarakat agar jangan phobia soal penyebaran virus covid-19 corona. Namun, tetap waspada dengan menjaga kesehatan dan berpola hidup sehat. Sikap phobia dinilai Tatu hanya akan menimbulkan kepanikan. “Jangan kita jadi phobia (takut-red). Paling penting menjaga daya tahan tubuh, jaga kesehatan agar selalu fit,” katanya
Akibat kepanikan, kata Tatu, saat ini masyarakat kesulitan mendapatkan masker dan antiseptik. Tatu pun mengingatkan agar tidak ada oknum yang melakukan penimbunan masker dan antiseptik karena akan berurusan dengan hukum. “Intinya tetap waspada dan jaga kesehatan,” ujarnya. (jek/alt/ags)








