PENCARIAN selama tiga hari atas hilangnya Ferry Assa membuahkan hasil. Pria yang berprofesi sebagai tukang bersih-bersih taman ini ditemukan dalam kondisi pingsan di dalam goa peninggalan Jepang di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Cerita hilangnya Ferry viral di media sosial (medsos).
Dalam video yang beredar di facebook dengan akun wanda toradja, tampak Ferry terlihat masih kebingungan saat sejumlah orang mengajaknya berbicara. Saat ditanya, Ferry mengaku bertemu sosok noni Belanda dan diajak makan bersama.
Diketahui sebelum Ferry hilang, awalnya hendak membersihkan kawasan di belakang kantor Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Namun tiba-tiba dia diajak oleh tiga orang untuk masuk ke dalam gua peninggalan Jepang yang berlokasi di Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Manado. Goa itu merupakan salah satu peninggalan Jepang.
“Saya di dalam sudah tiga hari. Saya diberi makan di dalam gua. Ada meja kotak. Tapi ternyata bukan meja, tapi besi,” kata Ferry dalam video yang beredar.
Sebelumnya, polisi bersama masyarakat mencari Ferry yang dilaporkan hilang. Pada hari ketiga setelah hilang misterius, Ferry ditemukan di semak-semak di dalam gua. “Bahwa dia tidak sadarkan diri selama tiga hari berada di dalam gua. Yang diingat bahwa saat bekerja memotong rumput di belakang kantor, ada dua orang lelaki dan perempuan datang memanggil dan mengajak korban masuk ke dalam gua,” kata Kapolsek Wenang AKP Emilda Sonu seperti dikutip detikcom, Senin (16/8) lalu.
Rekan Feri bernama Jacob Lumentut (47), mengaku bertugas bareng saat hari tersebut. Kepada polisi, dia menceritakan bahwa korban mengisi waktu luang dengan memotong rumput yang berada di kantor Fakultas Kesehatan Gigi Unsrat. Namun Jacob merasa heran karena korban tidak lagi kelihatan. Dia lalu mendatangi ke lokasi korban memotong rumput. (asp)











