PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fenomena Tepuk Tangan Sakinah tengah ramai diperbincangkan warganet. Gerakan yel-yel ini muncul saat sesi bimbingan perkawinan (Bimwin) di sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) dan langsung viral di media sosial. Banyak yang menilai gerakan ini unik sekaligus edukatif, karena cara penyampaiannya mudah dipahami dan sesuai dengan gaya komunikasi generasi muda.
Merespons hal itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pandeglang, Lukmanul Hakim, menyampaikan gerakan ini merupakan bagian dari edukasi bagi pasangan calon pengantin agar membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah, bukan sekadar harapan tertulis, tapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Program ini kelanjutan dari edukasi masyarakat terkait keutuhan keluarga. Setiap orang yang menikah tentu berharap menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ungkapnya, Sabtu 4 Oktober 2025.
Untuk mewujudkan hal itu, Kemenag Pandeglang menggandeng pemerintah daerah serta sejumlah stakeholder, termasuk DP2KBP3A dan Dinas Kesehatan, dalam merancang program untuk menjaga keutuhan rumah tangga.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, DP2KBP3A, dan Dinas Kesehatan untuk merancang program yang membantu calon pengantin membangun keluarga yang harmonis,” ucapnya.
Selain itu, Lukmanul menekankan, setiap calon pengantin wajib mengikuti bimbingan pra nikah yang diberikan secara gratis oleh penghulu dan KUA, sekaligus menjadi bagian dari edukasi untuk mencegah pernikahan dini.
“Tepuk Tangan Sakinah ini bagian dari edukasi. Setiap calon pengantin wajib mengikuti bimbingan pra nikah yang diberikan KUA secara mandiri dan gratis,” tuturnya.
Lukmanul Hakim memastikan bahwa gerakan Tepuk Tangan Sakinah sudah diterapkan di wilayah Kabupaten Pandeglang. Menurutnya, program ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama.
“Program ini sebenarnya sudah lama dilakukan, isinya juga sama. Praktik tepuk tangan sakinah ini bertujuan mengantisipasi angka perceraian,” tuturnya.
Gerakan yel-yel tersebut menjadi bagian dari edukasi bagi pasangan calon pengantin agar memahami pentingnya membangun rumah tangga yang harmonis sejak awal pernikahan.
Editor: Abdul Rozak











