Dalam hubungan rumah tangga, tidak selamanya suami yang harus mengatur urusan ini itu. Begitulah prinsip yang dijalankan oleh Dedi (32) dan Tiwi (35) keduanya nama samaran. Meski Dedi kalah agresif dengan istri, tapi mereka tetap harmonis dan saling cinta.
Ditemui Radar Banten di Kecamatan Kasemen, Rabu (29/9) Dedi siang itu baru selesai salat jumat dan duduk di teras rumah. Ketika diajak ngobrol soal rumah tangga, Dedi curhat tentang istrinya.
Katanya sih, Dedi kalah agresif dengan Tiwi yang dari segi usia lebih tua tiga tahun darinya. Katanya sih, Tiwi bukan hanya agresif soal kehidupan sehari-hari dalam berumah tangga, tapi juga saat di atas ranjang. “Kalau lagi pengen, dia maksa terus, enggak peduli saya capek kerja,” kata Dedi mesem-mesem.
Bahkan, saat sedang ribut pun, Tiwi selalu berbicara paling keras. Sedangkan Dedi hanya diam dan mendengarkan. “Bukannya saya takut istri atau enggak berwibawa, tapi lebih ke mengalah aja,” kilahnya.
Maklumlah, soalnya, selain karena faktor usia, Tiwi juga memiliki garis keturunan seorang pemimpin. Ibunya pemimpin majlis taklim, bapaknya ketua RT. Sedangkan Tiwi juga kepala sekolah SMP dan jadi panutan ibu-ibu di kampung. “Jadi jiwa memimpinnya emang besar,” katanya.
Kendati demikian, cobaan tetap datang menghampiri. Pernah suatu hari, saat Dedi mau ikut touring naik motor bersama teman-teman kerja, Tiwi melarang karena anak sedang sakit dan membuat Dedi batal ikut.
Akibatnya, sejak itu Dedi dibilang suami takut istri oleh teman-teman kerjanya di salah satu toko percetakan di Kota Serang. Belum lagi omongan orang kampung saat Dedi ke mana-mana harus didampingi dan meminta izin sang istri. “Biasalah, namanya juga tinggal di kampung,” katanya.
Apalagi, kalau dari segi penghasilan, jelas Dedi kalah besar ketimbang Tiwi yang sebagai ASN. Meski sering diolok-olok teman dan orang kampung, tapi Dedi tak peduli. “Biarin aja orang ngomong apa, yang penting keluarga saya bahagia,” katanya.
Bagi Dedi, Tiwi merupakan sosok istri yang sempurna. Selain cantik dan mandiri, Tiwi juga istri yang manut kepada suami. Katanya sih, kalau di luar saja Tiwi terlihat sangar, tapi kalau di rumah, Tiwi berubah jadi lembut dan perhatian ke suami. Sekarang mereka sudah punya tiga anak. “Kita nikah berkat perjodohan orangtua, makanya bersyukur bisa dapet istri kayak Tiwi,” ungkap Dedi.
Subhanallah, semoga langgeng ya Kang. (drp/air)











