LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak mengimbau para petani untuk mempercepat pelaksanaan tanam padi serempak jelang peralihan musim dari hujan ke kemarau.
Berdasarkan Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober 2026. Dimana, puncak kemarau akan nerlanhsung pada bulan Jili 2026.
Memasuki masa kemarau ditandai dengan cuaca ekstrim, yang kadang panas sore hujan dan atau terjadi angin kencang.
“Kami mengimbau kepada para perani umum mempercapat tanam padi mengingat saat ini masih ada hujan. Musim kemarau diperikirakan akan berlangaung hinggq Oktober. Puncaknya, akan berlangsung di nukan Juli,” kata Kepala Distan Lebak, Rahmat Yuniar, Jumat 8 Mei 2026.
Ia mengatakan, percepatan tanam dilakukan menjelang masa peralihan musim dari penghujan ke kemarau agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan petani dapat memaksimalkan ketersediaan air.
“Jelang pergantian muaim hujan ke kemarau tahun ini kami menargetkan penanaman padi serempak seluas 20 ribu hektare. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi musim kemarau,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
“Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Dinas Pertanian telah menyiapkan program pompanisasi di sejumlah wilayah pertanian,” katanya.
Selain itu, petani juga didorong memanfaatkan sumber mata air yang masih tersedia guna memenuhi kebutuhan irigasi sawah selama musim kemarau berlangsung.
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak tetap optimistis target produksi padi tahun ini dapat tercapai, yakni sebanyak 384 ribu ton beras, sebagaimana capaian pada tahun-tahun sebelumnya.
“Dengan percepatan tanam serempak dan dukungan sarana irigasi, kami yakin produksi padi tetap dapat dipertahankan,” katanya.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi










