Sebagai seorang kakak, Amir (36) nama samaran sebenarnya tak sanggup menceritakan kisah yang dialami adik kandungnya sendiri ini, kita sebut saja Leti (28) yang jatuh hati kepada Sueb (30) bukan nama sebenarnya. Tapi sayang, hubungan keduanya tak direstui karena Sueb miskin, lamarannya ditolak mentah-mentah sampai membuat Leti stres dan gila. Astaga.
Kata Amir, kejadian ini berlangsung delapan tahun lalu. Saat adik gadisnya nan cantik jelita baru masuk kuliah dan sedang giat-giatnya belajar. Sedangkan Sueb saat itu tak kuliah dan bekerja serabutan di pasar. “Kalau dipikir pakai logika, jelas saya juga enggak setuju kalau mereka menikah,” kata Amir saat curhat dengan Radar Banten di salah satu kafe di Kota Serang, Minggu (24/10)
Namun, selayaknya seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya, Amir tak pernah berkata secara langsung kepada Leti soal kisah asmara itu. Ia berusaha membiarkan adiknya mencari jalan hidupnya sendiri, termasuk urusan cinta. “Saya mah enggak pengen bikin adik sakit hati, makanya saya sih diem aja waktu itu,” katanya.
Tapi sikap orangtua mereka ternyata berbanding terbalik, kalau Amir cenderung menjaga perasaan adik, tapi kalau ayah dan ibu Leti, secara terang-terangan menolak Sueb sejak pertama kali mereka ketahuan pacaran. Masalahnya, apalagi kalau bukan soal status sosial.
Maklumlah, ayah Leti seorang pensiunan perusahaan besar dan terkenal di Cilegon, belum lagi usaha bengkel mobil dan kontrakan. Membuat statusnya dipandang orang-orang kampung, mobilnya saja tiga. Keluarga mereka juga terkenal sering menjadi donatur pembangunan masjid.
Kendati tak diizinkan pacaran, kata Amir, adiknya itu tetap menjalin hubungan dengan Sueb secara diam-diam. Amir tahu itu karena setiap ia lewat depan sekolah, sering memergoki Leti dan Sueb berduaan di warung bakso. Kadang mereka juga pulang sekolah berdua.
Tapi Amir selalu pura-pura tak tahu, selama mereka baik-baik saja dan tak melakukan hal yang macam-macam, Amir sih santai dan kalem. Soalnya, Amir tahu kalau Sueb sebenarnya anak baik, rajin ibadah, dan berprestasi di sekolah. “Di masjid juga di amah enggak pernah ketinggalan salat jamaahnya.” Terang Amir.










