LEBAK-Ruang Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP Negeri 1 Cibeber di Kampung Pasirlaban, Desa Cikotok, Kecamatan Cibeber, ambruk, Selasa (23/11) sekira pukul 13.15 WIB. Delapan pelajar SMP dan SMK yang sedang latihan seni degung dan angklung buhun luka-luka setelah tertimpa material bangunan.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, para siswa yang merupakan juara Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ini memiliki rencana untuk membuat kejutan pada hari guru nasional 25 November 2021. Mereka ingin menampilkan karya seni degung dan angklung buhun di panggung sekolah. Untuk itu, enam orang siswa SMPN 1 Cibeber dan dua orang alumni berniat untuk latihan di sekolah.
Namun, karena cuaca sedang buruk, mereka dilarang melakukan latihan oleh pembina OSIS. Tapi, pada Selasa siang anak-anak tetap berangkat ke sekolah. Mereka masuk ke ruangan laboratorium IPA yang menjadi tempat penyimpanan peralatan seni milik SMPN 1 Cibeber. Pukul 13.00 WIB, mereka memulai latihan dan tidak lama kemudian terdengar suara gemuruh dari atap bangunan yang menimpa para siswa dan peralatan seni.
Delapan orang pelajar yang sedang latihan di dalam ruangan laboratorium IPA yakni Andini, Eljar, Pani Oktaviani, Hanipah, Eka, Naila Salsa, Iva Nazila, dan Farel. Tujuh orang siswa mengalami luka ringan, sedangkan Eljar mengalami luka sedang. Mereka kemudian dievakuasi para guru dan masyarakat setempat. Selanjutnya, para siswa dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Pukul 16.00 WIB, delapan orang siswa yang mengalami luka-luka telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
Kepala SMPN 1 Cibeber Heri Subiyantopo mengatakan, ruang Laboratorium IPA sudah lama tidak digunakan oleh pihak sekolah. Kondisi gedung yang dibangun pada 2007 sudah rusak. Untuk itu, sekolah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan (Dindik) untuk memperbaiki bangunan tersebut. Dindik Lebak dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merespons usulan dari sekolah. Rencananya, pada 2022 yang akan datang, ruang laboratorium itu bakal direhabilitasi dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK).










