SERANG-Mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diduga menjadi korban pelecehan seksual di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Rabu (8/12) pagi hari. Pelaku diduga seorang satpam kampus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Banten, dugaan pelecehan seksual dilakukan oleh oknum satpam UNM dengan merekam aktivitas 22 mahasiswi saat di kamar mandi. Kejadian bejad tersebut diketahui saat salah satu mahasiswi asal Untirta menemukan alat perekam pada bagian atas kamar mandi.
Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kepada pihak kampus UNM dan kepolisian setempat. Untuk mendalami lebih lanjut, kasus ditangani oleh pihak kepolisian. Pihak kampus UNM telah memberhentikan oknum satpam.
“Iya benar (kasus pelecehan seksual-red) menimpa mahasiswi kami. Saat ini kami tengah meminta pejelasan dari pihak UNM secara resmi,” ujar Rektor Untirta Prof Dr Fatah Sulaiman kepada Radar Banten, Jumat (10/12).
Fatah mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa mahasiswinya yang telah mengikuti program MBKM tahun 2021. Ia meminta agar pelaku diproses hukum sebagai efek jera. “Proses hukum, sesuai bukti dan fakta yang ada,” terangnya.











