SERANG – Pemberlakuan ganjil genap di Jalan Tol Tangerang-Merak akan diberlakukan situasional. Pemprov Banten akan mematuhi kebijakan pemerintah pusat terkait pengaturan arus lalu lintas saat Libur Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, berdasarkan nomor 5 poin e surat edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 109 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Darat selama Nataru pada Masa Pandemi Covid-19 disebutkan dalam rangka pengendalian pergerakan perjalanan orang dengan kendaraan bermotor perseorangan, dapat dilakukan pengaturan lalu lintas oleh Kepolisian Republik Indonesia berdasarkan situasi dan kondisi lalu lintas di jalan tol maupun jalan non tol melalui penerapan manajemen operasional lalu lintas, antara lain berupa penerapan contra flow, satu arah (oneway), dan/atau ganjil genap.
Kata dia, masyarakat di Banten dapat tetap melakukan perjalanan, misalnya dari Serang ke Tangerang atau sebaliknya saat Nataru. “Selama tidak ada pengaturan dari Polda Banten. Ini termasuk diskresi kepolisian,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Bidang Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya Serang Panimbang Muhammad Albagir mengatakan, PT Wijaya Karya Serang Panimbang selaku pengelola jalan Tol Serang Panimbang berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan selama menyambut libur Nataru yang akan dimulai pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. “Kapasitas gerbang tol akan dimaksimalkan dengan penambahan armada dan penyediaan mobile reader untuk meminimalisir antrian,” ujarnya.
Kata dia, di Gerbang Tol Rangkasbitung juga disiapkan musala, toilet, dan klinik kesehatan yang dapat digunakan oleh pengguna jalan dengan melakukan Scan QR Code Peduli Lindungi. Berdasarkan data dari Kemenhub, ada potensi peningkatan mobilitas masyarakat sebanyak enam juta penduduk yang keluar dari Jabodetabek ke daerah, termasuk ke Banten. “Tentunya akan mempengaruhi peningkatan traffic Tol Serpan saat Nataru,” terang Albagir.
Ia mengaku sejak pemberlakuan tarif di Tol Serpan seksi I, ada penurunan traffic di ruas jalan tol yang diresmikan Presiden Joko Widodo ini beberapa waktu lalu. “Untuk traffic sebelum pemberlakuan tarif memang ada sedikit penurunan dibandingkan setelah bertarif. Menurut referensi data dari BUJT lain hal ini sangat umum terjadi. Namun walaupun ada penurunan sedikit, traffic sesudah pemberlakuan tarif sejak 5 Desember pukul 0.00 WIB sampai dengan saat ini alhamdulillah masih cukup baik,” ungkapnya.
Albagir mengatakan, meskipun terjadi penurunan, tapi trennya, traffic paling tinggi di weekend yakni Sabtu dan Minggu. Hal itu terus dilaporkan ke KemenPUPR karena kewenangan evaluasi tarif tol merupakan ranah KemenPUPR. (nna/alt)











