PANDEGLANG – Ahmad Taufiq Rohman terpilih sebagai ketua Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar (MA) Provinsi Banten 2022-2027 pada musyawarah wilayah IV di aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Banten, Pandeglang, Sabtu (29/1).
Selisih suaranya hanya satu. Dari 53 pemilih, Taufiq memperoleh 27 suara, Dahlan Hasyim 26 suara, dan Walidan 0 suara. Penghitungan suaranya cukup menegangkan. Perolehan suara antara Taufiq dan Dahlan Hasyim saling menyusul hingga keduanya sama-sama memperoleh 26 suara. Suasana semakin tegang ketika kertas suara tinggal tersisa satu. Seperti tampak pada raut Taufik yang menyaksikan dari dari dekat. Begitu pula dengan peserta musyawarah.
Begitu kertas suara terakhir dibacakan dan tersebut nama Taufiq Rahman, para pendukung Taufiq sponton langsung mengungkapkan rasa syukur dan mengucapkan selamat.
Dahlan Hasyim pun langsung menghampiri Taufik, seraya mengucapkan selamat. Keduanya pun berpelukan dan saling support.
Sebelum pemilihan berlangsung, proses pembahasan tata tertib pemilihan berlangsung alot dan penuh interupsi.
Berdasarkan draft, pemilihan ketua ditetapkan berdasrakan musyawarah mufakat oleh seorang perwakilan dari pengurus besar, dua pengurus demisoner, dan pada calon ketua, sebagaimana amanat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Mathla’ul Anwar. Namun cara pemilihan ini mendapatkan protes dari peserta musyawarah karena memiliki hak suara tetapi tidak dilibatkan dalam memilih.
Setelah melalui perdebatan dengan berbagai argumen, akhirnya diputuskan pemilihan ketua dengan cara musyawarah mufakat yang hanya diikuti oleh empat calon yaitu Edi Suhaedi (pengurus PW MA Banten) Taufiq Rohman (pengurus PW MA Banten, Dahlan Hasyim (Ketua Perguruan MA Tigaraksa) dan Walidan (pengurus PW MA Banten) yang mendaftarkan sebagai calon sebelum muswil dilaksanakan.
Mereka diberikan waktu untuk bermusyawarah di sebuah ruangan agar menentukan siapa yang manjadi ketua di antara mereka. Hasilnya, seperti yang disampaikan oleh Walidan di hadapan peserta musyawarah, mereka bersepakat untuk tidak mufakat dan semua ingin menjadi ketua. Pemilihan dilakukan melalui voting.
Usai Walidan berbicara, Edi Suaedi di luar dugaan menyatakan mengundurkan diri sebagai calon dengan alasan bahwa pemilihan harus dilakukan melalui musyawarah mufakat. Dia menyatakan tidak sepakat dengan voting.
Kemudian Edi menyarankan kepada perguruan yang sudah menjalin komunikasi dengan dirinya agar memberikan dukungan kepada Taufiq Rohman.
Akhirnya hanya tiga calon yang dipilih oleh pemilik suara yaitu perwakilan pengurus daerah, perguruan, dan badan otonom (banom) Mathla’ul Anwar di Banten.
Sebelum pemilihan,ketiga calon diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri, menyampaikan visi dan misi, serta program secara singkat. Secara umum mereka mencalonkan sebagai ketua untuk memajukan Mathla’ul Anwar di Banten.
Dari pemaparan mereka, ada hal menarik yang disampaikan Walidan sebelum mengakhiri visi misinya. Kata Walidan, meskipun dirinya tidak ada yang memilih, yang penting Taufiq Rohman menang.
Usai terpilih, Taufiq Rohman menyatakan, Mathla’ul Anwar adalah rumah besar untuk memajukan umat. Karena itu, ia mengajak kepada warga Mathla’ul Anwar untuk bersama-sama berhimpun, memajukan dan membesarkan Mathla’ul Anwar.
Muswil IV Mathla’ul Anwar Banten dibuka oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Embay Mulya Syarief, Jumat (28/1). Pada kesempatan itu, Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto tampil menjadi narasumber. (aas)











