SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Andika Hazrumy, mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pondasi penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, sektor ini memiliki potensi besar untuk menopang ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan kerja baru di Provinsi Banten.
Andika menilai, pengembangan ekonomi kreatif perlu mendapat dukungan serius dari pemerintah, terutama dalam hal fasilitasi ruang ekspresi bagi generasi muda yang bergerak di berbagai subsektor kreatif.
“Ini bisa menjadi pilar ekonomi keluarga ke depan. Penguatan ekonomi kreatif harus didukung dengan fasilitasi dari pemerintah, karena anak-anak muda membutuhkan ruang untuk mengekspresikan diri, baik di bidang fashion, musik, maupun kuliner,” ujarnya kepada Radarbanten.co.id, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurutnya, potensi ekonomi kreatif di Banten cukup besar dan berkembang pesat, namun hingga saat ini masih membutuhkan ruang promosi yang lebih luas dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menggelar festival ekonomi kreatif secara rutin.
“Di Banten ini baru sedikit event yang secara khusus mewadahi ekonomi kreatif. Harusnya dibuat festival rutin, minimal satu tahun enam kali perhelatan. Di dalamnya bisa ada bazar distro, fashion, dan produk kreatif lainnya,” kata Andika.
Ia menilai, festival tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung antara pelaku ekonomi kreatif dengan masyarakat. Dengan begitu, produk-produk lokal Banten dapat dikenal lebih luas.
“Ini bisa menjadi penghubung gerakan ekonomi kreatif. Jadi masyarakat punya satu tempat untuk menemukan produk lokal, seperti distro-distro Banten dalam satu wadah,” jelasnya.
Selain itu, Andika juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam mempermudah perizinan kegiatan ekonomi kreatif. Menurutnya, kemudahan izin akan mendorong lebih banyak komunitas kreatif untuk berkembang.
Ia juga melihat perkembangan media sosial sebagai peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas pasar. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
“Harus ada langkah koordinasi dan komunikasi dengan para pelaku kreatif. Kita tanyakan kebutuhan mereka apa, apa yang ingin dikembangkan. Kan sekarang sudah ada badan ekonomi kreatif, itu bisa menjadi mitra untuk mendorong sektor ini berkembang,” katanya.
Andika optimistis, jika dikelola dengan baik, subsektor ekonomi kreatif dapat menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran di Banten sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kreativitas dan inovasi.
Editor: Agus Priwandono











