Hari Jumat atau sering disebut Sayyidul Ayyam adalah rajanya hari. Hari istimewa yang memiliki banyak keutamaan-keutamaan dibanding hari lainnya.
Salah satu peristiwa yang terjadi pada hari Jumat adalah peristiwa penciptaan Nabi Adam As. Di hari Jumat pula, Allah memasukkan Nabi Adam ke dalam surga. Allah juga mengusir Adam keluar Surga di hari yang sama.
Peristiwa penting yang juga terjadi di hari Jumat, adalah pertempuran antara Nabi Musa dengan Firaun. Nabi Musa hanya membawa sebatang tongkat menghadapi Firaun yang sangat berkuasa dan kuat.
Oleh karena istimewanya hari Jumat, umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah sebanyak-banyaknya. Dengan memanjatkan doa, dzikir, bersodaqoh, dan lain sebagainya. Saking, mulianya hari Jumat, Syekh Ali Jaber menganjurkan kita mengucap sholawat sebanyak-banyaknya. Dengan memperbanyak sholawat, mudah-mudahan kelak kita mendapat syafaat Nabi di yaumil akhir.
Sebagaimana Radar Banten kutip dari arrohmahtahfizh.sch.id, hari Jumat adalah hari yang istimewa bagi umat Islam. Saking spesialnya, Allah Subahanahu wa ta’ala menjadikannya salah satu nama surat dalam Al-Qur’an, yaitu surat nomor ke 62. Demikian juga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan dalam banyak haditsnya tentang keistimewaan hari Jum’at.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa Salam bersabda: “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jumat, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jumat.” (HR Muslim)
Ada banyak keutamaan atau keistimewaan hari Jumat berdasarkan Hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Berikut beberapa di antaranya:
- Kewajiban Shalat Jumat
Kewajiban shalat Jumat paling ditekankan dan seagung-agungnya berhimpunnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya (shalat Jumat) karena meremehkannya, niscaya Allah tutup hatinya sebagaimana di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim.
Telah meriwayatkan, Abu Daud No. 1052, Tirmizi No. 500 dan Nasai No. 1369 dari Abi Al-Ja’d radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda,”Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali dengan meremehkannya, maka Allah tutup hatinya.” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami).
- Waktu Mustajab Untuk Berdo’a
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,”Sesungguhnya di dalam hari Jumat, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jumat) sedangkan ia dalam keadaan berdiri shalat memohon sesuatu kepada Allah, melainkan akan Allah berikan padanya.” (Muttafaq alaihi)
Ibnul Qayyim berkata setelah menyebutkan adanya perselisihan tentang penentuan spesifikasi waktu ini, “Pendapat-pendapat yang paling rajih (kuat) adalah dua pendapat yang keduanya terkandung di dalam sebuah hadits yang tsabit (shahih). Yaitu, pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah) mulai dari duduknya imam hingga ditunaikannya salat, sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,
“(waktu ijabah tersebut) yaitu di antara duduknya imam sampai ditunaikannya salat.” (HR Muslim).
Pendapat kedua, yaitu setelah waktu Ashar. Dan ini adalah dua pendapat yang paling kuat. (Zaadul Maad I/389-390).
Dari sumber informasi lainnya, pada hari Jumat pula, umat Islam akan diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat. Salman Al Farisi berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat,” (HR. Bukhari). (wid/dari berbagai sumber)










