RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan diminta lebih serius dalam mengembangkan potensi kepariwisataan, khususnya wisata alam di Kota Tangsel.
Selain itu, Dispar juga diminta lebih profesional lagi mengelola informasi terkait keberadaan lokasi-lokasi wisata yang layak dikinjungi oleh wisatawan melalui websitenya.
Hal itu diungkapkan Pengamat kebijakan publik Adib Miftahul Kepada Radar Banten, Rabu (9/3/2022).
Adib mengatakan, Dispar Kota Tangsel tidak sepatutnya berdiam diri dengan hanya menyatakan wisata alam di Kota Tangsel seperti Situ Gintung dimiliki Pemerintah Provinsi Banten.
Sementara itu, banyak perorangan dan swasta mampu menggali ide-ide kreatif dengan mampu menciptakan destinasi wisata baru bagi masyarakat Kota Tangsel, seperti Warung Tuman yang menawarkan kuliner dengan konsep alam di BSD yang sempat viral.
“Konsep Smart City berarti belum dipahami secara utuh oleh Dispar Kota Tangsel. Jangan beralasan lagi Situ-nya dikelola Pemerintah Provinsi. Kan pengelolaannya bisa dikerjakan, parkirnya, kulinernya. Tangsel itu banyak loh, orang di Instagram aja bisa mempromosikan wisata buatan mereka,” ujar Adib
Adib mengatakan, Dispar Kota Tangsel juga harus membuat website-nya se-informatif mungkin dan dikelola lebih profesional lagi, dengan begitu akan menarik wisatawan mengunjungi Kota Tangsel. “Wisata itu sebetulnya bisa didongkrak, Kota Tangsel inikan salah satu daerah tujuan wisata orang-orang di Jabodetabek. Harusnya mereka memiliki website yang mudah diakses, informatif dan lebih profesional lagi,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas pariwisata Kota Tangsel Wiwi Martawijaya mengaku Kota Tangsel belum memiliki lokasi wisata berbasis alam. “Kita punya wisata alam, tapi direkayasa. Seperti Situ Ginting itu wisata alam yang direkayasa menjadi wisata alam, sama seperti Ocean Park, Snow Word dan lain-lain,” ujarnya. Terkait tidak adanya informasi mengenai lokasi wisata di website Dispar, Wiwi balik bertanya. “Infokan ke kami wisata alam di tangsel?,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor : A Lutfi











