SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Serang memperkirakan, lima sampai lima belas persen penduduk pendatang di Kota Serang tidak terdata.
Untuk itu, Walikota Serang Syafrudin meminta lurah se-Kota Serang untuk menggerakkan pengurus RT dan RW untuk melakukan pendataan ulang.
Syafrudin menyampaikannya pada acara Sosialisasi Pelayanan Pindah Datang, Penduduk Non Permanen, dan Penduduk Rentan yang digelar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang, Senin 14 Maret 2022.
“Saya masih menemukan warga yang sudah bertahun-tahun tinggal di Kota Serang tapi belum mengurus perpindahan penduduk,” ujarnya.
Syafrudin mengaku, apabila terus dibiarkan maka akan berpengaruh terhadap pemberian layanan dari Pemkot Serang.
“Penduduknya masih acak-acakan, ada yang dari Tangerang dari Kabupaten Serang, ini yang sudah menetap apalagi sekolah, pekerja,” katanya.
Syafrudin mengajak warga pendatang yang telah menetap minimal enam bulan untuk segera mengurus izin kependudukan.
“Perkembangannya sesuai dengan data ini hanya naik tiga persen dari tahun 2021. Yakni, dari 687.881 ke 702.228 jiwa,” katanya.
“Meski ada kenaikan, saya perkirakan lima sampai lima belas persen masyarakat tidak punya KTP Kota Serang dan hanya tinggal,” beber Syafrudin.
Syafrudin meminta kepada kepala kecamatan, kelurahan, RT, dan RW untuk mendata kembali penduduk. Sehingga, data penduduk di Kota Serang akurat.
“Banyak yang tidak ngurus jadi harus dipaksa. Sekarang bisa ngurus online, bisa langsung wawancara cabut, tinggal sudah banyak yang tidak di atas enam bulan,” bebernya.*
Reporter: Fauzan Dardiri
Editor: Agus Priwandono











