SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akses Jalan di Kampung Bojong, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang ditutup pihak pengembang proyek perumahan (developer).
Jalan penghubung empat kampung di Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung ini ditutup dengan pagar tembok setinggi sekira dua meter oleh pengembang proyek perumahan.
Penutupan akses jalan tersebut menuai protes dari warga lantaran mereka kesulitan mengunjungi atau bersilaturahmi ke sanak saudara saat lebaran.
Warga sudah melakukan aksi menolak penutupan jalan, bahkan sebagian pagar dan bahan semen dan bata dibongkar oleh warga yang geram atas penutupan jalan tersebut.
Pasalnya, akibat penutupan jalan ini, warga di empat kampung yakni Kampung Bojong, Maruga, Tenjolaut, dan Gegeneng tak bisa lagi mengakses jalan tersebut.

Warga Kampung Gegeneng Abdul Salam mengatakan, warga sudah melakukan aksi demo menolak penutupan jalan beberapa hari sebelum lebaran.
“Kami sudah demo, tapi pihak perumahan belum juga memberi respons positif, isu penutupan jalan semakin pasti,” kata Salam kepada Radar Banten, Rabu 4 Mei 2022.
Dikatakan Salam, warga sudah berupaya melaporkan kepada Kepala Desa Sukadalem, namun kepala desa sulit ditemui.
Maka dari itu, lanjut Salam, warga memberi waktu satu minggu ke depan menunggu itikad baik pihak pengembang. Jika tidak ada respons positif, maka aksi demo besar-besaran bakal dilakukan pekan depan.
“Kalau akses jalan tetap bakal ditutup, warga demo besar-besaran,” pungkasnya.
Reporter; Daru Pamungkas











