PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menyikapi perkembangan kejadian luar biasa penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di sejumlah provinsi di Indonesia, Puskeswan Pandeglang mengimbau warga khususnya para peternak untuk mewaspadai potensi penyakit yang mudah cepat menular tersebut.
Kepala Puskeswan Pandeglang Ade Setiawan mengatakan, sejauh ini berdasarkan data penyakit hewan yang ditangani Puskeswan Pandeglang tidak ada tidak ada gejala penyakit hewan ternak seperti domba atau kambing kerbau maupun sapi yang mengarah kepada tanda-tanda penyakit mulut dan kuku.
“Masyarakat dimohon segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan terdekat atau petugas penyuluh lapangan (PPL) kecamatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, atau bisa melaporkan melalui call center Puskeswan Pandeglang 0877-7335-7422 (WhtsApp) atau layanan telepon Dokter Hewan 0823-1160-0897 agar segera kami tindaklanjuti,” kata Ade Setiawan didampingi Medik Veteriner Puskeswan Pandeglang drh. Anisah Nur Fitriana, Kamis (12/5).
Ade memastikan pihaknya akan menindaklanjuti apabila ada laporan penyakit yang mengarah kepada tanda-tanda PMK diantaranya hewan ternak demam dengan suhu 39 sampai 41 derajat celcius, hewan lemah, lesu, napsu makan menurun, timbul lepuh atau sariawan pada area rongga mulut dan lidah, timbul lepuh sekitar puting pada betina dan penurunan produksi susu, hipersalivasi air liur berlebihan menggantung dan berbusa, serta kepincangan bersifat akut .
“Dengan SDM teknis kesehatan hewan yang ada di Puskeswan saat ini kami terus melakukan pembinaan kepada para peternak sambil memberikan pelayanan kesehatan hewan keliling dengan mengunjungi peternak –peternak yang ada di Kabupaten Pandeglang,” ungkapnya.
Menurutnya, saat ini tenaga teknis Puskeswan ada empat orang yaitu dua orang dokter hewan dan 2 orang mantri hewan dengan wilayah kerja 35 kecamatan yang ada di Pandeglang.
Ade menambahkan, jumlah tersebut dirasakan masih harus ditambah, mengingat luasnya cakupan pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Pandeglang.
Reporter: Adib F











