PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan Kabupaten Pandeglang mencatat lonjakan pelayanan kesehatan hewan pada awal 2026. Rata-rata, Puskeswan melayani sekitar 92 ekor hewan per hari, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan, vaksinasi, hingga pemantauan penyakit langsung di lapangan.
Kepala UPT Puskeswan Pandeglang, Ade Setiawan, mengatakan penyakit yang paling banyak ditemukan pada awal tahun ini adalah cacingan. Dari total pelayanan, sebanyak 29 ekor hewan terdata mengalami cacingan. Selain itu, ditemukan pula 15 kasus penyakit kulit dan 14 kasus flu hewan.
“Masih ada juga beberapa hewan dengan gejala diare yang saat ini sedang kami lakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Ade Setiawan, Kamis, 22 Januari 2026.
Ade menjelaskan, penanganan dilakukan sesuai hasil diagnosis dokter hewan. Puskeswan memberikan pengobatan berupa antibiotik dan vitamin, serta melakukan vaksinasi sebagai langkah pencegahan penyakit.
“Untuk pengobatan disesuaikan dengan diagnosis, sementara pencegahan dilakukan melalui vaksinasi agar kesehatan hewan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia memastikan ketersediaan vaksin hewan hingga saat ini masih mencukupi. Pasokan vaksin diperoleh dari dinas melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Masyarakat yang membutuhkan layanan vaksinasi diminta datang langsung ke Puskeswan.
“Vaksinasi penting untuk mencegah penyakit menular pada hewan ternak. Alhamdulillah, stok vaksin masih aman,” kata Ade.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan pada 2026, Puskeswan Pandeglang juga melakukan sejumlah inovasi. Di antaranya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dokter hewan, pengaktifan layanan call center, serta penyediaan konsultasi kesehatan hewan secara daring.
“Kami juga memberikan panduan penanganan awal kepada peternak sebelum hewan dibawa ke Puskeswan atau sebelum petugas datang ke lokasi,” jelasnya.
Saat ini, Puskeswan Pandeglang mengoptimalkan layanan di sejumlah wilayah, seperti Menes, Labuan, dan Cibaliung, dengan dukungan delapan dokter hewan dan paramedis yang tersebar di beberapa titik pelayanan.
Ade berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan Puskeswan, mengingat potensi kebutuhan pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Pandeglang masih cukup besar.*
Editor : Krisna Widi Aria











