PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Pandeglang, Ade Setiawan, mengakui masih banyak anjing pemburu atau liar di wilayahnya yang belum sepenuhnya menjalani vaksinasi rabies.
Ade Setiawan menjelaskan, anjing yang memiliki pemilik cenderung patuh, berbeda dengan penangkapan anjing liar yang sulit. Hal ini menjadi salah satu kendala dalam mencapai target vaksinasi tahun ini.
“Karena anjing ini masih liar, jadi kita kesulitan melakukan vaksinasi,” kata Ade, Selasa 28 Oktober 2025.
Ade menuturkan, anjing yang memiliki pemilik cenderung patuh vaksinasi. Berbeda dengan anjing liar yang sulit ditangkap. Hal ini menjadi salah satu alasan target vaksinasi tahun ini hanya 205 ekor.
Selain itu, masih banyak masyarakat yang beranggapan vaksinasi membuat anjing lemas. Ade menegaskan hal itu tidak dibenarkan.
“Yang ada, setelah divaksin, anjing biasanya perlu beristirahat beberapa hari untuk pemulihan. Selain divaksin, anjing juga kami berikan vitamin,” ujarnya.
Ade menambahkan, pemberian dosis vaksin rabies dilakukan sesuai aturan.
“Satu dosis vaksin hanya untuk satu ekor anjing, jadi sudah ditetapkan satu dosis per anjing,” tambahnya.
Program vaksinasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang untuk mencegah penyebaran rabies, khususnya di kalangan anjing pemburu yang kerap berinteraksi dengan masyarakat dan satwa liar.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











