PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) menargetkan lahir dua anak badak cula satu dalam sepuluh tahun ke depan.
Saat ini, populasi badak tersebut hanya tinggak 76 ekor sedunia.
Kepala BTNUK pada KLHK Anggodo mengatakan, target tersebut telah dibahas dan dimasukan dalam program Management Effectiveness Tracking Tool atau METT.
Program itu merupakan suatu perangkat yang digunakan untuk melakukan pengkajian tingkat efektifitas pengelolaan kawasan sesuai dengan visi, misi dan tujuan pengelolaan yang telah ditentukan sebelumnya.
“Kita fokus untuk pengembangbiakan Badak Jawa agar tidak punah,” katanya di kantor BTNUK, Jumat 5 Agustus 2022.
Anggodo menerangkan, dasar hukum METT yaitu Peraturan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Nomor: P.15/KSDAE-SET/2015 tentang Pedoman Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi di Indonesia.
“Aturan itu menetapkan dan mengadopsi METT sebagai alat untuk mengukur efektivitas pengelolaan kawasan konservasi,” katanya.
Anggodo mengatakan, Taman Nasional Ujung Kulon selaku Unit Pelaksana Teknis Ditjen KSDAE telah melaksanakan kegiatan penilaian efektivitas pengelolaan TNUK sebagai upaya peningkatan kualitas pengelolaan dan menjadi sistem monitoring pengelolaan kawasan konservasi.
“Tujuannya untuk meningkatkan penilaian efektivitas pengelolaan TNUK sebagai upaya peningkatan kualitas pengelolaan dan menjadi sistem monitoring pengelolaan kawasan konservasi,” katanya.
Reporter : Adib Fahri
Editor: Aas Arbi











