CINANGKA, RADARBANTEN.CO.ID – Tradisi Ngagurah Dano pada rangkaian Festival Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka diikuti sebanyak 4.000 orang. Kegiatan ini menjadi momentum bangkitnya pariwisata paska Pandemi Covid-19 di Kabupaten Serang.
Diketahui, Festival Desa Wisata Cikolelet berlangsung sejak 3 hingga 31 Agustus 2022. Banyak tradisi dan kebudayaan yang ditampilkan selama berlangsungnya acara.
Pada event Ngagurah Dano, warga terjun ke dasar Sungai Cidanau yang sedang surut. Kemudian warga serentak menangkap ikan dengan alat tangkap tradisional.
Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat mengatakan, Ngagurah Dano merupakan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun, serta bentuk kearifan lokal masyarakat di bantaran Sungai Cidanau, meliputi empat wilayah yakni Kecamatan Mancak, Padarincang, Ciomas, dan Cinangka.
“Event ini dalam rangka menjaga tradisi yang sudah berlangsung sejak nenek moyang, sebagai ajang silaturahmi petani, diikuti oleh sekira 4.000 orang,” kata Ojat kepada Radar Banten, Minggu (14/8).
Dijelaskan Ojat, masyarakat sangat antusias mengikuti ngagurah dano, setelah terjun langsung ke danau, ikan hasil tangkapan mereka dibakar dan disantap bersama. “Sempat turun hujan, tapi tetap semarak,” ujarnya.











