RADARBANTEN.CO.ID – Aktivis lingkungan Ade Yunus memprotes Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan karena TPA Cipeucang semakin overload.
Menurut Ade, kondisi TPA Cipeucang akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Sampah yang terus menumpuk dikhawatirkan akan kembali longsor ke area sungai seperti yang pernah terjadi pada tahun 2020 lalu.
“Kondisi TPA Cipeucang semakin mengkhawatirkan. Volumenya terus naik, karena ditimbun terus. 1 hari saja 400 ton sampah dikirim. Kalau sudah ke landfile ketiga, itukan dekat dengan sungai Cisadane. Apalagi sekarang musim hujan, air naik terus, kalau tinggi muka air naik terus, lalu melintas di TPA Cipeucang sampahnya ke bawa, ya longsor lagi,” ujar pendiri Bankasuci (Bank sampah Sungai Cisadane) ini, Senin 12 September 2022.
Ade menilai, sejauh ini belum ada upaya berarti yang dilakukan DLH Kota Tangsel dalam menghadapi bencana yang kapan saja bisa terjadi. Menurutnya, DLH justru tetap melakukan pembuangan sampah ke TPA Cipeucang seperti tidak memikirkan akan terjadi bencana longsor lagi kedepannya.
Ia menyarankan agar DLH Kota Tangsel memaksimalkan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse. Recycle) yang sudah ada di tiap Kecamatan. Tujuannya agar sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang volumenya berkurang karena sudah dilakukan pemrosesan di TPS3R terlebih dahulu.
Selain itu, kerjasama dengan pihak swasta dalam memusnahkan sampah juga harus cepat dilakukan. “Ya kalau nunggu lokasi TPA baru dan menunggu PSEL (Pembangkit Sampah Energi Listrik) kelamaan bro, gak kelar-kelar nanti,” tegasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











