SERPONG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebuah bangunan dan tenda-tenda perkemahan terlihat dari kejauhan, disudut hijaunya pepohonan Kawasan Pertanian Terpadu, Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Tempat ini adalah Rumah Lawan Covid yang sejak dua tahun lalu telah menjadi tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 di Kota Tangsel.
Rumah Lawan Covid diresmikan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany pada 14 April 2020 dan mulai beroperasi sejak 16 April 2020.
Kepala Rumah Lawan Covid dr. Suhara Manullang mengatakan, ide membangun Rumah Lawan Covid muncul setelah adanya kasus Covid-19 pertama di Kota Tangsel pada bulan Maret 2020. Bahkan beberapa orang dinyatakan meninggal dunia.
Dalam perjalanannya, kasus Covid-19 di Kota Tangsel terus meningkat drastis. Sebanyak 300 orang kemudian dinyatakan positif.
“Waktu itu Covid-19 belum ada obatnya. Vaksinnya juga belum ada. Sehingga strateginya yang tertular dipindahkan dari yang sehat ke satu tempat, yang kita kenal pada saat itu sebagai karantina,” ujar Suhara, Senin, 24 Oktober 2022.
Dari pemahaman itu, sambung Suhara, rapat-rapat penanganan Covid-19 kemudian mengerucut pada ide pendirian tempat isolasi terpusat yang kemudian dinamakan Rumah Lawan Covid. “Rumah Lawan Covid ini kemudian menjadi tempat isolasi ketiga di Indonesia setelah Wisma Atlet dan Pulau Natuna,” ucap Suhara.
Menurut Suhara, sedianya Rumah Lawan Covid hendak dibangun di wilayah Pamulang, karena terdapat sebuah lapangan yang cukup besar ditambah adanya bangunan MUI yang belum digunakan. Selain itu, muncul rencana hendak membangun di Rusunawa Serua. Terakhir, pihaknya mensurvei di lahan Kawasan Pertanian Terpadu di Tandon Ciater, Serpong.

“Saya dan tim kemudian merekomendasikan di Kawasan Pertanian Terpadu di Tandon Ciater, Serpong. Karena tempatnya jauh dari permukiman warga dan tempatnya sejuk dan asri. Cocok untuk pemulihan,” ujarnya.
Menurut Suhara, konsep awal pembangunan Rumah Lawan Covid menggunakan tenda besar yang dapat menampung 400 pasien. Namun, konsep tenda belum efektif karena belum terdapat fasilitas MCK.
Akhirnya, konsep tenda dihilangkan kemudian dibangun gedung besar separuh jadi dengan kapasitas 150 kamar, plus dilengkapi dengan sarana MCK. Dalam perjalanannya, Rumah Lawan Covid kemudian bertransformasi kembali dengan dibangunnya tenda besar mirip tenda kemping di belakang gedungnya.
Konsepnya pun dibuat seperti kawasan wisata yang menyuguhkan fasilitas kemping di alam terbuka. Konsep ala-ala kemping ini sengaja dibuat agar pasien merasa sedang berlibur ke tempat wisata alam dan tidak merasa bosan menjalani isolasi selama dua minggu.
“Ide pemberian nama Rumah Lawan Covid sendiri datang dari Bu Airin. Jadi beliau menginginkan agar pasien merasa seperti sedang berada di rumah sambil melawan Covid memulihkan diri di sini,” jelasnya.
Dengan begitu, Rumah Lawam Covid telah memiliki total 300 kamar tidur. Suhara mengatakan, perjuangan dalam membangun Rumah Lawan Covid betul-betul dirasakan. Di awal pembangunannya sudah ditentang keras oleh berbagai pihak dengan alasan takut tertular oleh aktivitas pasien Covid.
Pihak-pihak yang menentang datang dari warga Perumahan Kencana Loka, warga yang sehari-hari memanen tanaman di Kawasan Pertanian Terpadu serta warga mes Kodiklat Polri.
“Pada saat itu siapapun pasti takut ya. Jangankan orang awam, dunia medis sendiri juga tergagap-gagap menghadapi Covid saat itu. Bahkan SOP penanganan Covid sampai direvisi lima kali oleh Kemenkes, ujar Suhara.
Suhara mengatakan, dengan banyaknya rintangan yang dihadapi saat itu, tidak dipungkiri bahwa Rumah Lawan Covid saat ini telah bermanfaat menyembuhkan ribuan pasien Covid-19.
Menurutnya, sejak dibangun pada April 2020 hingga memasuki bulan Oktober 2022 sudah 4.300 lebih pasien Covid- 19 diisiolasi di Rumah Lawan Covid dan dinyatakan sembuh.
Saat ini setelah melandainya pandemi Covid-19, Rumah Lawan Covid sudah tidak lagi kedatangan pasien baru. Namun, pihaknya tetap menyiagakan Rumah Lawan Covid karena ke depan Rumah Lawan Covid akan tetap berdiri sebagai pusat isolasi penyakit menular berbahaya di Kota Tangsel.
“Instruksi Walikota Tangsel Pak Benyamin, Rumah Lawan Covid dipermanenkan sebagai pusat isolasi penyakit menular berbahaya. Bahkan rencana juga menjadi area wisata,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Ahda











