SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Serang diminta berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang. Hal itu guna mengetahui data jumlah kebutuhan sembako jelang akhir tahun 2022.
Hal itu terungkap pada Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula KH Syam’un, Selasa (8/11/2022). Turut Hadir Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Kepala Bank Indonesia Banten Imaduddin Sahabat, dan seluruh kepala OPD.
Keempat OPD tersebut ialah Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang.
Tatu mengatakan, saat ini nilai inflasi di Kota Serang mencapai 7,54 persen. Kondisi itu diprediksi juga akan berpengaruh pada Kabupaten Serang.
“Maka dari itu, masih ada waktu jelang akhir tahun, empat OPD ini harus koordinasi dengan PHRI,” kata Tatu kepada wartawan.
Dari hasil koordinasi itu, lanjut Tatu, pihaknya mendapat data berapa jumlah kebutuhan sembako di kawasan wisata Anyar-Cinangka di masa sebelum pandemi Covid-19.
“Karena di masa pasca pandemi ini, kami perkirakan jumlah kunjungan wisatawan akan jauh lebih banyak ketimbang sebelum atau saat pandemi,” ujarnya.
Jangan sampai ketika sedang banyak kunjungan wisatawan, jumlah kebutuhan sembako tidak terpenuhi sehingga menyebabkan kelangkaan atau mahalnya harga sembako.
“Jadi harus kita siapkan semuanya dari sekarang, nanti untuk biaya transportasi distribusi bahan pokok juga disediakan oleh Pemkab,” pungkasnya. (*)
Reporter: Daru Pamungkas
Editor: Agus Priwandono











