SERANG,RADARBANTEN.CO.ID– Perumda Tirta Albantani buka suara terkait isu air keruh yang beredar di media sosial yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut diakibatkan bukan karena kualitas produksi air, melainkan adanya kerusakan teknis yakni pecahnya pipa di wilayah Kampung Kubang Bahad. Pipa yang mengalami kerusakan tersebut merupakan bagian dari jaringan lama yang secara teknis memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi.
Humas Perumda Tirta Al Bantani, Putri Shafitri, mengatakan kekeruhan air yang terjadi bukan disebabkan oleh kualitas produksi air, melainkan akibat gangguan teknis pada jaringan distribusi.
Putri menceritakan awalnya, pada Rabu 15 April 2026 sekitar pukul 02.00 WIB, terdeteksi indikasi kebocoran pipa di stribusi utaman diameter 8 inci di Kabupaten ilayah Kampung Kupang Bahad.
“Tim teknis segera melakukan langkah isolasi area untuk meminimalisir kehilangan air. Lalu Pukul 06.45 WIB, Petugas mulai melakukan proses penggalian dan perbaikan teknis pada titik kerusakan,” katanya, Minggu 19 April 2026.
Lalu, lanjut Putri, sekitar pukul 19.42 wib, perbaikan tahap pertama dinyatakan selesai.
Di hari selanjutnya yakni Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, saat dilakukan uji coba pengaliran (commissioning) pasca-perbaikan, terdeteksi adanya kebocoran kembali pada titik sambungan akibat tekanan air. Petugas langsung melakukan penanganan darurat di lokasi.
“Pukul 15.00 WIB, Perbaikan lanjutan berhasil diselesaikan secara menyeluruh dan dilanjutkan dengan pembersihan jaringan (flushing),” ujarnya.
Barulah, pada Jumat, 17 April 2026 kondisi jaringan mulai mutakhir. Distribusi kepada pelanggan di wilayah terdampak telah kembali normal secara bertahap.
“Kami terus melakukan pemantauan tekanan dan kualitas air guna memastikan pelayanan tetap stabil sesuai standar. Terkait kondisi air yang sempat keruh, hal tersebut merupakan residu teknis dari proses pengurasan (flushing) dan pengaliran ulang. Aliran air yang kuat membawa endapan alami di dalam pipa setelah masa perbaikan,” ujarnya.
Putri mengaku, saat ini distribusi air telah kembali normal dan PERUMDA Tirta Al Bantani terus melakukan pemantauan kualitas air guna memastikan pelayanan berjalan sesuai standar.
Sebagai langkah ke depan, perusahaan berkomitmen untuk mempercepat program peremajaan jaringan perpipaan guna meningkatkan keandalan sistem distribusi dan meminimalisir potensi gangguan serupa.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan serta pengertian seluruh pelanggan,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











