PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 30 hotel dan restoran di Carita, Kecamatan Carita dan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang gulung tikar.
Mereka tutup usaha sejak diterjang bencana tsunami 2018 dan Pandemi Covid-19.
Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC) Franky Supriadi mengatakan, pada tahun 1980 hingga 1990 an Pantai Carita ini maju karena menjadi tempat wisata favorit wisatawan saat weekend.
“Namun kondisinya saat ini tengah lesu pasca bencana tsunami 2018 dan Pandemi Covid-19. Membuat 30-an hotel, restoran dan obyek wisata itu gulung tikar,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu (24/12/2022).
Ke-30 pelaku pariwisata mengalami gulung tikar itu berada di sepanjang garis pantai Carita hingga ke Labuan.
“Itu sudah ada 30 gulung tikar. Secara destinasi di Carita memiliki pantai terbaik, Curug Gendang terbaik, Curug Putri terbaik,” katanya.
Jadi, diungkapkan Franky berharap, kepada pemerintah melakukan upaya mempercantik kawasan wisata Carita. Supaya pelaku pariwisata saat ini gulung tikar bisa kembali bangkit dan buka kembali.
“Jadi kita tinggal di poles saja. Kita sebetulnya kayak anak kecil tinggal dipoles dikasih lipen, dikasih bedak,” katanya.
Salah satu polesan untuk Carita yaitu membangun monumen atau pintu gerbang selamat datang yang indah. Jadi supaya terlihat jelas ini menunjukan Carita.
“Kalau saat ini wisatawan tahunya Anyer sementara kalau ke Carita itu wisatawan bilang begini liburan ke kuburan atau hutan karena memang tidak ada bangunan indah menunjukan bahwa itu Carita,” katanya.
Selain tidak adanya bangunan berupa gapura atau lainnya untuk memperindah kawasan Pantai Carita, dari segi jalan juga perlu dilakukan pelebaran. Dari waktu dulu hingga sekarang akses jalan tidak dilakukan pelebaran.
“Harapan kita jalan diperlebar dibuat empat lajur. Tujuannya agar di hari libur tidak terjadi kemacetan panjang, akses jalan tetap lancar sehingga membuat wisatawan tidak sampai kejebak macet di tengah perjalanan sebelum sampai tempat tujuan,” katanya.
Jadi, diungkapkan Franky, dalam upaya memajukan pariwisata sudah saatnya Kawasan Carita juga ditata. Dilakukan pelebaran ruas jalannya menjadi empat lajur dan buat bangunan indah sebagai simbol bahwa itu Carita.
“Semisal Anyer kan di sana ada Mercuar. Jadi ada simbol atau petanda bagi wisatawan bahwa mereka tengah liburan di Carita,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: A Rozak











