LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bencana pergerakan tanah telah terjadi di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, pernah terjadinpada tahun 2022.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, pergerakan tanah di Desa Cigoong Utara itu pertama terjadi pada 22 Desember 2022 lalu.
“Pergerakan pertama terjadi di bulan Desember, saat itu hanya retakan kecil saja. Namun saat ini pergerakan tanah telah menyebabkan tiga rumah ambruk dan terus meluas ke permukiman warga lainnya,” kata Febby kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 9 Januari 2023.
Pada Februari 2022 lalu, bencana pergerakan tanah juga pernah terjadi di Kecamatan Cikulur, tepatnya di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang.
Di desa yang bersebelahan dengan Desa Cigoong Utara itu, dilaporkan ada 46 rumah warga yang rusak. Mereka terpaksa mengosongkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Saat ini kita masih melakukan penanganan dan merelokasi warga yang rumahnya rusak akibat pergerakan tanah di Desa Curugpanjang. Kita juga sudah salurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk para korban,” kata Febby.
Ditanya apakah pergerakan tanah di Desa Cigoong Utara bersumber dari pergerakan tanah di Desa Curugpanjang, Febby mengaku, masih menyelidikinya.
“Tapi kalau disebut meluas, belum tentu. Karena pergerakan tanah yang awal atau memang parsial, kami belum mengkaji sejauh itu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











