PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pandeglang siap bermitra dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang dalam upaya mengentaskan stunting di Kabupaten Pandeglang.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang Amin Hidayat dalam acara implementasi strategi komunikasi perubahan perilaku pencegahan stunting yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang di Aula Dinkes Pandeglang, Senin 30 Januari 2023.
Amin Hidayat mengatakan, ia sangat mendukung kegiatan Dinas Kesehatan yang berkaitan dengan pengentasan stunting.
“Kemenag berkomitmen menjadi mitra Dinas Kesehatan untuk menyosialisasikan pencegahan stunting. Oleh para Penyuluh Agama Islam yang tersebar di KUA (Kantor Urusan Agama) yang ada di masing-masing kecamatan,” katanya.
Menurutnya, upaya pengentasan stunting merupakan amanat kebijakan Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas. Dengan slogannya masyarakat sehat negara kuat.
“Karena Menteri Agama benar-benar ingin berkomitmen untuk mendukung penuh kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam acara halaqoh nasional. Untuk pelibatan Penyuluh Agama, Da’I dan Daiyah untuk senantiasa mendukung percepatan penurunan stunting, agar terciptanya generasi yang unggul,” katanya.
Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah -langkah yang tepat. Diantaranya memperkuat peran Penyuluh Agama untuk melakukan suatu penyuluhan dengan masyarakat. “Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan atau puskesmas setempat. Kedua peran KUA dalam memasukkan materi stunting untuk memberikan bimbingan perkawinan kepada para calon pengantin,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, dalam upaya pencegahan stunting perlu dukungan dari tokoh agama.
“Peran para tokoh – tokoh agama juga penting membantu memberikan pemahaman pencegahan stunting kepada masyarakat. Di antaranya mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, mengajak makan makanan yang bergizi, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui bayi hingga usia 2 tahun,” katanya.
Selanjutnya, pola asuh anak yang baik. Dimana selaku ayah dan ibu penuh tanggungjawab baik secara lahir dan bathin. Serta memberikan pemahaman akan pentingnya pemberian ASI Exclusif selama enam bulan.
“Dan makanan pendamping ASI dan lainnya. Serta memberikan pemahaman pencegahan perkawinan di bawah umur,” katanya.
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











