CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Lingkungan Gunung Batur, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, seperti baru merdeka.
Setelah bertahun-tahun menunggu jaringan internet, akhirnya dapat menikmati dengan terhubung jaringan internet.
Peresmian internet gratis dilakukan Walikota Cilegon Helldy Agustian.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut GM PLN Icon Plus Jakarta-Banten Widi Kristiawan, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persendian Kota Cilegon Didin S Maulana, serta camat dan para lurah.
Helldy mengaku terharu adanya internet di Gunung Batur tersebut setelah warganya menunggu selama bertahun-tahun.
“Sudah lebih dari 70 tahun Indonesia merdeka, berapa tahun usia Cilegon, baru kali ini akses internet masuk Gunung Batur,” katanya.
Setelah tahu adanya pengaduan masyarakat Gunung Batur yang masih blank spot internet, Walikota meminta jajaran Dinas Kominfo untuk bergerak cepat mengatasi permasalahan tersebut.
Menurutnya, banyak program Pemkot Cilegon yang sudah direalisasikan. Pihaknya pun tidak membeda-bedakan masyarakat yang mendapatkan manfaat program pemerintah.
“Selama tidak ada korupsi, tidak ada alasan untuk tidak berlaku adil. Saya tidak minta apa-apa. Doakan saja kami. Tanpa doa dan dukungan masyarakat kami bukan apa-apa,” katanya.
Kepala Diskominfo Kota Cilegon, Didin S Maulana mengatakan, jaringan internet ke Gunung Batur dimulai saat warga datang ke Diskominfo pada Agustus 2022. Mereka beraudiensi meminta pemerintah menyediakan jaringan internet.
“Setelah itu kami tawarkan ke sejumlah provider, ternyata enggak ada yang mau. Baru setelah itu PLN Icon Plus mau pasang,” katanya.
Menurut Didin, terdapat 12 titik internet yang dipasang gratis di Gunung Batur. Enam di Gunung Batur I dan enam di Gunung Batur II. “Saya berpesan agar internet ini digunakan untuk hal yang positif. Untuk belajar dan mengakses informasi,” ujarnya.
Sementara itu, GM PLN Icon Plus Widi Kristiawan mengatakan, pihaknya menginvestasikan sekira satu miliar untuk menyediakan jaringan internet hingga ke Gunung Batur.
“Tidak mudah membangun jaringan ini karena harus melewati hutan pegunungan. Kabel yang sebelumnya kita estimasi lima kilometer, jadi 10 kilometer karena harus memutar rel kereta api,” ungkapnya.
Setelah masuknya akses internet, Widi juga berpesan agar warga menggunakannya secara bijak.
“Internet itu seperti dua mata pisau, kalau tidak terkontrol bahaya. Jangan sampai anak-anak lebih banyak main HP dibandingkan belajar,” pesannya.
Terpisah, Ketua RT 01 RW 03 Gunung Batur M Rifai mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Cilegon dan PLN Icon Plus.
Ia pun merasa baru merdeka setelah sekian lama menunggu sinyal internet di kampungnya.
“Kami sedih karena sudah lama punya HP, tapi mau komunikasi harus turun ke bawah mencari sinyal. Akhirnya setelah sekian lama, sekarang kami bisa mengakses dunia,” tuturnya.
Menurutnya, terdapat 97 rumah tangga di Gunung Batur yang selama ini belum bisa mengakses internet.
“Ada sekolahan juga di sini. Pada waktu pandemi anak-anak kami harus turun ke bawah kalau mau belajar daring. Mudah-mudahan sekarang tidak terulang lagi,” (*)
Reporter: Raju
Editor: Ahmad Lutfi











