SERANG-Badan Meteorologi, Klematologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan cuaca ekstrem mengintai Banten hingga akhir Febuari 2023. Kondisi ini disikapi serius oleh Pemprov Banten dengan menetapkan status siaga bencana selama dua pekan atau hingga 28 Februari 2023.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten Nana Suryana menuturkan, cuaca ekstrem di wilayah Banten ini karena adanya Siklon Tropis Freddy yang memicu hujan lebat, hingga angin kencang. Dampak cuaca ekstrem ini dapat menyebabkan bencana hidrometeorogi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang. “Prediksi yang disampaikan oleh BMKG itu dalam informasi cuaca 10 harian ya, ini masih sampai minggu depan,” kata Nana ditemui dikantornya, kemarin.
Nana mengaku, selama beberapa hari terakhir, pihaknya menerima informasi genangan air di beberapa titik dan pohon tumbang. Dia sudah meminta warga untuk menebang pohon besar yang berpotensi roboh ketika terkena angin kencang. “Ada beberapa lokasi juga (pohon tumbang-red) yang memang sampai menimpa rumah,” katanya.
Melihat situasi tersebut, BPBD Banten menetapkan status siaga bencana alam hingga akhir Februari 2023. Dia juga sudah meminta personel BPBD di kabupaten dan kota selalu siaga terhadap potensi bencana.
“Tahun lalu memang sudah kita prediksi akan cuacanya, tapi prediksi itu terkadang juga bisa meleset. Kita bisa lihat kejadian tahun kemarin di Kota Serang terjadi banjir bandang, itu pada awal Maret,” ungkap Nana.











