Nana meminta masyarakat, khususnya di daerah rawan bencana selalu waspada, tetapi tetap tenang dan tidak panik.
“Harus tetap siaga dan kita harus terus berkoordinasi komunikasi penyiapan standar pelayanan minimum maupun sarana prasarana harus terus ditingkatkan,” katanya.
Di Pandeglang, cuaca ekstrem telah melanda sejak Sabtu (10/2) hingga kemarin (14/2).
Imbauan peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman banjir dan longsor telah disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang kepada warga.
Kepala Seksi (Kasi) pada BPBDPK Kabupaten Pandeglang Rian Sutansyah mengatakan, ada sebelas kecamatan di Pandeglang yang rawan banjir dan longsor. Yakni, Kecamatan Patia, Sobang, Cisata, Panimbang, Sukaresmi, Munjul, Sindangresmi, Cikeusik, Labuan, Pagelaran, dan Kecamatan Picung. “Sebelas kecamatan itu berdasarkan data banjir tahun kemarin. Jadi diharapkan tetap waspada,” katanya.
BPBDPK pun terus memantau semua wilayah Pandeglang sebagai upaya mengantisipasi banjir. “Semalem juga kita pantau ke sejumlah wilayah, tapi alhamdulillah enggak ada banjir,” katanya, kemarin.











