RADARBANTEN.CO.ID – Ketupat Lebaran. Begitulah orang menyebutnya ketika ketupat dihidangkan pada hari Raya Idul Fitri.
Di sebagian masyarakat muslim Indonesia, ketupat menjadikan Idul Fitri terasa afdol.
Karena itu pula, Idul Fitri ada yang menyebutnya sebagai Lebaran Ketupat karena menjadi tradisi. Idul Adha pun disebut dengan Lebaran Haji.
Ketupat ialah makanan berbahan dasar beras, dimasukkan dalam anyaman dari daun kelapa muda atau janur berbentuk kotak. Lalu direbus hingga matang.
Hidangan ketupat khas Lebaran ini disukai oleh banyak orang. Apalagi ada teman setianya, opor ayam.
Asal Usul Ketupat
Dikutip dari Chanel YouTube Asal Usul yang diunggah 19 Mei 2022, asal usul ketupat dimulai sejak abad ke 15 hingga 16 masehi yaitu saat Sunan Kalijaga yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.
Sunan Kalijaga mengenalkan Islam dengan memperkenalkan Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.
Bakda Kupat merupakan budaya ketika hari itu, masyarakat yang menganyam dan mempersiapkan hidangan ketupat kemudian diantarkan kepada kerabat sebagai simbol keberasamaan.
Sunan Kalijaga mengenalkan ketupat berasal dari zaman Hindu-Buddha di Nusantara.
Pada zaman pra-Islam, bahan makanan beras dan nyiur/bungkus anyaman dijadikan sebagai makanan masyarakat pada waktu itu.
Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya pencampuran antara Jawa dan nilai-nilai Islam.
Sunan Kalijaga pun membuat akulturasi budaya Hindu dan Islam, karena hindu yang sudah terlebih dahulu membuat beras dengan bungkus anyaman daun kelapa muda.
Ketupat di Bali yang mayoritas beragama Hindu bernama tipat.

Kenapa namanya ketupat?
Ketupat di Jawa dan Sunda bisa memiliki arti ngaku lepat, yaitu mengakui kesalahan yang sudah dilakukan.
Makna mengakui kesalahan satu arah dengan Idul Fitri berarti bulan untuk saling memaafkan kesalahan yang telah dilakukan.
Selain ngaku lepat tersebut, ketupag disebut juga laku papat atau empat dari setiap sudut ketupat yaitu luberan, leburan, lebaran, dan laburan.
Keempat sudut tersebut luberan bermakna telah berakhirnya puasa. Leburan bermakna berbagi rejeki berlimpah dalam artian zakat fitrah. Lebaran bermakna peleburan dosa. Dan, laburan bermakna memutihkan kembali hati.
Filosofi Hidangan Menu Ketupat dan Opor Saat Lebaran
Saat Lebaran, biasanya ada sajian menu ketupat dengan opor ayam, lontong sayur, rendang, bahkan sate ayam.
Opor ayam dibuat dengan santan yang berkuah kental.
Dikutip dari Chanel Youtube Majalah Bobo, jetupat dan opor ayam yang disajikan memiliki makna simbolis mengakui kesalahan dengan tulus dan diikuti meminta maaf.
Beras yang dibuat bahan dasar ketupat merupakan lambang kemakmuran. Sedangkan warna putih beras menyimbolkan kebersihan dan kesucian hati.
Ketupat dibuat dari anyaman filosofinya yakni gambaran jalan hidup manusia yang rumit dan berliku.
Saat menyajikan ketupat di hari Lebaran, kulit ketupat dibuang sedangkan beras yang putih bersih dimakan bersama opor ayam.
Cara penyajian makan ketupat ini melambangkan permintaan maaf sekaligus memulai kembali lembar baru.
Itulah asal usul ketupat beserta filosofi ketupat selalu jadi menu saat Lebaran.
Penulis : Siti Fatimah Azzahro
Editor : Aas Arbi











