SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengklaim telah berhasil mengendalikan inflasi di bulan Maret 2023.
Hal itu disampaikan Plh Sekda Banten Virgojanti usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah bersama Kemendagri di pendopo Gubernur Banten, Selasa 4 April 2023.
Virgo mengatakan, inflasi di Banten pada bulan Maret 2023 secara year to year pada bulan Maret 2022 berada diangka 4,17%, di bawah angka inflasi nasional 4,57%.
“Alhamdulillah tadi sudah kita ikuti dan kita dengarkan juga hasil evaluasi bahwa untuk inflasi pada bulan Maret ini year to year dibandingkan dengan 2022 Provinsi Banten sudah mampu mengendalikan inflasi hingga mencapai 4,17%. Jadi kalau kita lihat nasional untuk waktu yang sama di bulan Maret ini sebesar 4.57%. Kita mampu mengendalikan inflasi berada di bawah rata-rata nasional,” katanya saat ditemui Radar Banten.
Ia menuturkan angka inflasi terendah berada di Kota Tangerang yang berada diangka 3,75%. Bahkan, terdapat tiga daerah di Banten yang mengalami deflasi, yaitu Kota Cilegon, Kota Serang, dan Tangerang.
Katanya, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit merah yang sebelum Ramadan harganya di atas Rp80 ribu perkilogram.
“Beberapa komoditas memang masih kita temui naik walaupun kalau kita bandingkan sejak awal Ramadan itu sudah mengalami penurunan. Seperti cabe rawit merah ya awal Ramadan itu sampai Rp80 ribu, tapi sekarang sudah turun harganya,” katanya.
Virgo menjamin stok kebutuhan pangan di Banten aman di bulan Ramadan ini. Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir atau panic buying.
“Makanya masyarakat juga jangan khawatir. Kalau supply and demandnya lancar tidak menimbulkan kenaikan harga. Nah kalau supplynya banyak kebutuhan masyarakat juga bisa terpenuhi tidak akan menimbulkan gejolak, ini yang kita harapkan makanya seluruh instansi untuk bisa saling berkolaborasi,” ucapnya.
Lebih jauh, pihaknya juga akan bekerja sama dengan daerah lain terkait ketersediaan kebutuhan pangan agar tidak terjadi kelangkaan pada komoditas tertentu.
“Kita juga melakukan kerja sama dengan wilayah-wilayah yang sudah ditunjuk untuk melayani kebutuhan pasokan, di mana bahan-bahan makanan yang langka sudah kita antisipasi. Seperti dengan Malang, tapi alhamdulillah dari Dinas Pertanian juga menyebut jika produksi panen cabai lokal kita juga sudah mencukupi kebutuhan masyarakat saat ini,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Mastur











