RADARBANTEN.CO.ID – Kanker payudara adalah kanker yang terbentuk di jaringan payudara. Kanker payudara terjadi ketika sel-sel pada jaringan di payudara tumbuh secara tidak terkendali dan mengambil alih jaringan payudara yang sehat dan sekitarnya.
Kanker payudara merupakan salah satu kanker terbanyak yang dialami oleh perempuan selain kanker rahim.
Kanker payudara menjadi momok menakutkan bagi kaum perempuan karena selain akan kehilangan separuh payudara pasca operasi, juga dapat menyebabkan kematian.
Adapun upaya mencegah kena kanker payudara dapat dilakukan dengan mendeteksi sejak dini melalui SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinik) bertujuan untuk dapat mengetahui ada tidaknya benjolan atau tanda lain pada payudara.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk berani melakukan deteksi dini kanker payudara. “Kanker yang ditemukan pada stadium yang lebih dini, diyakini dapat meningkatkan peluang kesembuhan hingga 80-90 persen,” katanya, dikutip Radar Banten dari website kemkes.go.id, Selasa (11/3).
Salah satu upaya mendeteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan beberapa metode. Bisa menggunakan metode SADARI dan SADANIS.
“Yuk deteksi dini kanker payudara. Jangan takut karena itu sebagai langkah untuk menemukan ada tidaknya kanker semenjak dini,” katanya.
Dokter spesialis bedah Aulia menambahkan bahwa sekecil apa pun benjolan yang ditemukan segera konsultasikan diri ke dokter.
“Menunda itu sama saja memberi kesempatan sel kanker berkembang dan mengurangi kesempatan untuk sembuh. Untuk itu perlu dilakukan secara rutin melakukan SADARI,” katanya.
Ketika rajin melakukan SADARI, dapat membantu melindungi diri dari kanker payudara. Kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah kasus terbanyak dan menjadi salah satu penyebab kematian utama.











