RADARBANTEN.CO.ID – Gaya hidup hedonis Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Lampung, Reihana, tengah jadi sorotan publik.
Pasalnya, gaya hedonis dari Kadinkes Provinsi Lampung, Reihana, bisa membuat terbelalak banyak pasang mata.
Reihana yang sudah menjabat selama 14 tahun sebagai Kepala Dinas Kesehatan itu diketahui suka membagikan gaya hidup hedon dirinya di media sosial.
Senin (8/5/2023), Kadinkes Provinsi Lampung, Reihana memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi terkait harta kekayaan miliknya.
Perlu diingat, bergaya hidup hedon tidak hanya dilakukan oleh Reihana saja. Namun faktor status dirinya yang sebagai pelayan publik tentu akan menjadi bahan perbincangan.
Apa sebenarnya gaya hidup hedon atau hedonisme itu?
Hedon berasal dari bahasa Yunani “Hedone” yang berarti kesenangan. Jadi hedonisme bisa disebut sebagai gaya hidup yang berfokus mencari kesenangan dan kepuasan tak berbatas.
Contoh kecil dari gaya hidup hedon adalah perilaku berbelanja boros dengan membeli semua yang diinginkan bukan dibutuhkan. Misalnya juga membeli makan fast food yang tidak sehat, dan lain sebagainya.
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan gaya hidup menjadi hedon, seperti Kadinkes Provinsi Lampung ini.
Hedonisme secara garis besar adalah gaya hidup yang hanya memikirkan kebahagiaan. Terdapat beberpa faktor penyebab internal maupun eksternal.
Faktor Pribadi
Mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan adalah sifat dasar alamiah manusia. Namun karena tidak bisa mengontrol diri, maka dirinya akan terjerumus pada gaya hidup hedon.
Faktor Keluarga
Faktor penyebab gaya hidup hedon bisa datang dari keluarga. seseorang yang hidup dalam keluarga yang memiliki banyak kemewahan dan kemudahan, bisa menyebabkan mengidap gaya hidup hedon.
Faktor Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial adalah penyebab gaya hidup hedon dari eksternal. Karena telah terbiasa bergaul dengan orang yang menganut hedonisme, kemungkinan besar dirinya pun akan menjadi hedonis juga.
Sisi positif dari hedonisme adalah mengajak manusia untuk menikmati hidup dengan kesenangan dan kebahagian, dan agar tidak dalam keadaan murung dan sedih.***
Editor: Haidaroh











