PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mantan narapidana teroris alias napiter di Koperasi Bina Insaf Mandiri (BIM) siap memasarkan pupuk organik dari bahan baku limbah fly ash dan bottom ash PLTU Banten 2 Labuan, Pandeglang.
Sebelum dipasarkan, pupuk organik dari bahan baku limbah hasil pembakaran l batubara ini terlebih dahulu akan dilakukan uji coba di lahan garapan para eks napiter.
Ketua Koperasi Bina Insaf Mandiri Badri Wijaya mengatakan, BIM sudah mulai memproduksi pupuk limbah FABA.
“Limbah FABA yang kita produksi seberat 25 ton. Saat ini mulai dilakukan pembongkaran di area PLTU Banten 2 Labuan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 11 Mei 2023.
Pembokaran dilakukan karena limbah FABA sudah siap selesai diolah menjadi pupuk organik. Limbah yang diolah sebanyak 25 ton.
“Hari ini mulai kita angkat untuk di mixer dan di sarung. Agar terpisah dengan yang kasarnya,” katanya.
Selanjutnya, dilakukan pengemasan. Harapan besarnya bisa segera diedarjan.
“Tapi kalau sekarang belum bisa karena ijin edar belum keluar. Kita akan gunakan buat kalangan sendiri saja,” katanya.
Senior Manager PLTU Banten 2 Labuan PGU I Dewa Made Suci menyatakan, ia sangat mendukung penuh terhadap upaya pemanfaatan limbah batu bara
menjadi pupuk organik.
“Guna memenuhi kebutuhan atau ketersediaan pupuk khususnya di wilayah Pandeglang. Bentuk dukungan terhadap program pengolahan sisa
pembakaran batu bara tersebut, antara lain PLTU 2 Labuan melakukan penyediaan bahan baku dan lokasi pembuatan pupuk organik kepada kelompok mitra binaan PLTU Banten 2 Labuan PGU yakni koperasi BIM,” katanya.
Hasil produksi pupuk saat ini, sudah melalui uji laboratorium. Namun belum mendapatkan izin edar dari Kementerian Pertanian.
“Ini hal yang baik mari kita kolaborasi bersama, kita tingkatkan agar izin edarnya ini bisa keluar dan tentunya bisa berdampak baik bagi ekonomi
teman-teman BIM. Tidak menutup kemungkinan kemudian hari, upaya pengolahan pupuk organik dari FABA ini bisa diproduksi secara masal, serta bisa beredar di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi











