SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Terkait sekolah rusak yang berada di sekolah dasar negeri (SDN) Tanjung Ilir, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) telah menganggarkan sebesar Rp 355 juta untuk rehabilitasi ruang kelas.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun tiga ruang kelas di SDN Tanjung Ilir yang mengalami kerusakan. Selain itu, penganggaran juga sudah diusulkan sejak tahun 2022 lalu, dan saat ini sedang dalam proses lelang.
“Untuk perbaikan tiga ruang kelas SDN Tanjung Ilir pagunya Rp355 juta. Kami sudah mengusulkan lelang, dan tahun ini akan mulai dikerjakan,” ujarnya, Selasa 30 Mei 2023.
Ia mengaku sudah meminta kepada Bidang Pengadaan Barang dan Jasa, serta Bidang SD untuk mengurus dan percepat proses lelang.
Hal itu bertujuan agar perbaikan ruang kelas di SDN Tanjung Ilir bisa segera dilaksanakan secepatnya.
“Jadi nanti setelah diusulkan lelang dan dilengkapi administrasinya tinggal dimasukkan ke SIRUP,” katanya.
Ia menjelaskan, ada beberapa usulan rehabilitasi sekolah rusak di tahun 2023 dengan berbagai kategori seperti SDN Sindangraksa di Kecamatan Walantaka, dan SDN Tanjung Ilir yang masuk dalam kategori rusak sedang hingga berat.
“Ada 19 ruangan kelas yang akan dibangun tahun 2023 ini. Lalu, ada enam paket yang akan dikerjakan, dan satu unit sekolah baru (USB) akan dibangun,” jelasnya.
Salah satu guru di SDN Tanjung Ilir, Fadilah mengaku, ada beberapa kerusakan pada ruang kelas. Selain itu, SDN Tanjung Ilir juga belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemkot Serang
“Selama saya mengajar, sekitar lima tahun ini memang sudah ada kerusakan. Seperti pintu, jendela, plafon, kemudian bangku dan meja belajar. Tapi belum ada perbaikan sama sekali. Termasuk perpustakaan yang saat ini rusak sejak lima bulan terakhir,” katanya.
Berdasarkan informasi, Fadilah menjelaskan pada tahun 2011 SDN Tanjung Ilir sempat mendapatkan bantuan renovasi perbaikan. Akan tetapi, jelang satu tahun sejumlah bangunan kembali alami kerusakan sedikit demi sedikit.
“Kalau dari informasi, sekolah ini dapat bantuan pembangunan tahun 2011. Tetapi, setelah itu mulai rusak lagi dan sampai sekarang belum ada perbaikan, malah tambah parah. Terus perpustakaan, tadinya sedikit demi sedikit dirapikan menggunakan anggaran dari sekolah. Toilet juga sudah lama rusak belum ada perbaikan dan bantuan dari dinas,” tandasnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











