• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kota Serang

Masalah Data, Ribuan Sekolah di Banten Batal Diperbaiki Kemendikdasmen

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Kamis, 26 Februari 2026 12:26
in Kota Serang
0
Masalah Data, Ribuan Sekolah di Banten Batal Diperbaiki Kemendikdasmen
0
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ribuan sekolah di Provinsi Banten batal mendapatkan program perbaikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2026. Penyebabnya bukan karena kekurangan anggaran, melainkan persoalan ketidakakuratan data.

Kemendikdasmen menerima usulan perbaikan sekitar 2.000 satuan pendidikan dari Banten. Namun setelah dilakukan verifikasi, hanya sekitar 1.100 sekolah yang dinyatakan layak menerima bantuan dana revitalisasi.

“Di Banten itu sudah mengusulkan sekitar 2.000 satuan pendidikan untuk tahun 2026. Namun berdasarkan hasil verifikasi data, baru sekitar 1.100 yang layak,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah, Eko Susanto, dalam Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah yang digelar BPMP Banten di Hotel Aston Serang, Rabu, 25 Februari 2026.

Menurut Eko, permasalahan utama terletak pada pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang tidak akurat. Ia menyebut sekitar 50 persen data usulan bermasalah, terutama pada jenjang PAUD.

Beberapa sekolah yang kondisinya masih baik dilaporkan rusak, sementara ada pula sekolah rusak yang tidak dilaporkan sesuai kondisi sebenarnya. Ketidaksesuaian tersebut membuat sistem verifikasi otomatis menolak usulan.

“Kalau memang rusak, katakan rusak. Jangan yang baik dikatakan rusak. Data harus menggambarkan kondisi sekolah yang sebenarnya,” tegasnya.

Padahal, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 triliun dalam APBN 2026 untuk program revitalisasi sekolah secara nasional. Dana tersebut akan dikucurkan langsung ke rekening satuan pendidikan yang telah terverifikasi.

Skema ini berbeda dengan mekanisme hibah sebelumnya, karena dana disalurkan langsung ke sekolah agar proses perbaikan lebih cepat tanpa melalui birokrasi panjang di tingkat daerah.

“Revitalisasi ini menjadi salah satu program prioritas Presiden untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan di Indonesia,” ujar Eko.

Namun, tanpa data yang valid, anggaran tersebut tidak dapat dicairkan. Ia menegaskan, kementerian tidak menetapkan kuota khusus per provinsi, melainkan berdasarkan kelayakan dan validitas usulan yang masuk.

Secara nasional, terdapat sekitar 1,2 juta ruang kelas dalam kondisi rusak sedang hingga berat. Pemerintah menargetkan perbaikan sekitar 60.000 sekolah per tahun.

Kegagalan administrasi di Banten dinilai menjadi kerugian tersendiri, karena peluang untuk memaksimalkan program revitalisasi berkurang akibat persoalan validitas data.

Kemendikdasmen pun mengingatkan pemerintah daerah dan satuan pendidikan agar lebih cermat dan jujur dalam pengisian Dapodik, sehingga bantuan pusat dapat tersalurkan tepat sasaran.

Reporter: Yusuf Permana Editor: Aas Arbi 

Tags: APBN 2026BPMP BantendapodikKemendikdasmenPendidikan BantenRevitalisasi SekolahSekolah Rusak
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Belum Ada Kesepakatan, Pemkab Serang Minta Dua Hari Finalisasi Insentif PPPK Paruh Waktu

Next Post

Berkah di AHASS 2026, Temani Ramadan dan Persiapan Mudik

Next Post
Berkah di AHASS 2026, Temani Ramadan dan Persiapan Mudik

Berkah di AHASS 2026, Temani Ramadan dan Persiapan Mudik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Perbup Batas Wilayah Lebak Diharapkan Minimalisasi Sengketa Tapal Batas Kecamatan

Perbup Batas Wilayah Lebak Diharapkan Minimalisasi Sengketa Tapal Batas Kecamatan

by Nurabidin
Jumat, 28 Agustus 2026 07:28
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menetapkan batas wilayah administrasi kecamatan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Lebak Nomor 27 Tahun...

Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Lebak Capai 95,22 Persen

Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Lebak Capai 95,22 Persen

by Nurabidin
Jumat, 28 Agustus 2026 07:16
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat terpadu di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, hampir rampung. Hingga 20 Agustus 2026, progres...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.