SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat, ada tujuh kasus gigitan hewan penyebab rabies.
Ketujuh kasus tersebut terjadi di empat Kecamatan Kramatwatu, Cikande, Waringinkurung, dan Baros.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi mengatakan, kasus gigitan hewan penyebab rabies tersebut terjadi selama semester pertama tahun ini.
“Gigitan hewan penyebab rabies ada tujuh laporan, terutama anjing. Ada di beberapa Kecamatan, Kramatwatu dua kasus, Cikande dua kasus, Waringinkurung dua kasus, dan Baros satu kasus,” katanya, Selasa, 27 Juli 2023.
Dinkes Kabupaten Serang telah melakukan upaya penanganan. Yakni, dengan memberikan vaksin antirabies pada pasien.
“Pemberian vaksin dua dosis, yakni kiri dan kanan. Selanjutnya dilakukan pemantauan terhadap manusia dan hewan yang tersangka rabies oleh UPT Kesehatan Hewan DKPP,” jelasnya.
Setelah dilakukan pemantauan terhadap tujuh kasus gigitan tersebut, belum ada pasien yang positif rabies.
“Tidak ada yang positif rabies, untuk yang Waringinkurung masih dalam pengamatan,” imbuhnya.
Kata Agus, terdapat beberapa ciri hewan yang mengidap penyakit rabies.
Ciri tersebut, yakni agresif dan mudah menyerang dan menggigit.
Hewan yang mengidap rabies juga terus mengeluarkan air liur dari mulutnya.
“Gigitan hewan tersangka rabies ini sangat berbahaya terutama dari pinggang ke atas. Yang paling dekat dengan pusat susunan syaraf, virusnya akan cepat menyebar ke otak,” terangnya.
Agus pun memintaa masyarakat yang terkena gigitan hewan tersangka rabies untuk tidak panik. Dan, segera melakukan pertolongan pertama.
“Segera membasuh luka di air mengalir dengan menggunakan sabun antiseptik. Segera membawa ke Puskesmas agar segera diberi vaksin antirabies,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











