TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pasar Ciputat semakin hari semakin sepi. Setelah direvitalisasi sekalipun belum ada perubahan apapun yang dirasakan pedagang, justru banyak pedagang yang berhenti berjualan karena merugi akibat pasar sepi.
Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ciputat, Yuli saat ini di Pasar Ciputat ada 500 kios kosong. Ratusan kios itu berada di lantai atas pasar.
Yuli mengatakan, pedagang enggan mengisi kios-kios tersebut karena tidak mau mengambil risiko kerugian akibat barang dagangan tidak laku dan harus membayar sewa tiap bulannya.
“Ada 500 kios kosong di atas. Siapa yang mau nempatin? Pasar sepi, gak ada orang yang datang ke pasar. Buat apa berjualan di tempat yang sepi,” ujar Yuli, Jumat 30 Juni 2023.
Yuli mengatakan, pihaknya sempat mengajukan proposal ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel meminta agar 70 pedagang barang antik dapat mengisi kios-kios yang kosong, sebagai upaya meramaikan pasar.
Sayangnya, ide tersebut ditolak Disperindag Tangsel. “Saya sudah komunikasikan dengan Pak Heru (Kepala Disperindag Tangsel-red), tapi dia menolak dengan alasan kios dikhususkan untuk pedagang sekitar. Tapi sampai sekarang sudah hampir setahun pedagang sekitar tidak ada yang mau menempati kios. Kios tetap dibiarkan kosong,” ujarnya.
Menurut Yuli, jika saja pedagang barang antik dapat mengisi kios-kios yang kosong, dimungkinkan dapat menarik minat orang untuk mau datang ke Pasar Ciputat.
Selain itu para pedagang barang antik juga tidak mempermasalahkan Pasar Ciputat sepi, karena mereka percaya konsumennya akan tetap mencari barang mereka.
“Kalau konsumen barang antik datang, harapan kami mereka sembari pulang setidaknya membeli dagangan yang lain, beli ayam, beli daging, dan lain-lain dan retribusi dari sewa kios juga akan diterima Pemerintah. Makanya saya heran kenapa tidak diijinkan,” jelasnya.
Yuli mengatakan, Disperindag Tangsel kerap mengambil sikap yang selalu bertentangan dengan kemauan pedagang pasar. Menurutnya, masukan dan saran dari pedagang pasar selalu dimentahkan Disperindag Tangsel dengan berbagai alasan.
“Saya gak ngerti pasar mau dibuat apa oleh mereka. Mungkin pedagang Pasar Ciputat mau diabisin usahanya, setiap diberi ide selalu ditolak,” ujarnya.
Sementara itu Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel akan menata ulang Pasar Ciputat agar memudahkan orang datang ke pasar. Saat ini pihaknya sedang menata lahan parkir di Pasar Ciputat agar lokasi parkir dan kios pedagang tidak berjauhan.
“Ada permintaan dari pedagang untuk dibuat tempat parkirnya tidak terlalu jauh, itu yang sedang kita lakukan pemetaan,” ujar Benyamin, pekan lalu.
Benyamin mengimbau agar para pedagang mengisi kios-kios yang kosong meski pasar sepi, kemudian secara perlahan Pemkot Tangsel terus melakukan pembenahan.
“Kita imbau untuk mengisi kios yang kosong, sekarang pindah dulu deh, kekurangannya nanti kita lihat sambil jalan, jangan tidak pindah, kita jadi tidak tahu kekurangannya seperti apa,” ungkap Benyamin.
Reporter: Syaiful Adha
Editor : Merwanda











