PANDEDGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Advokat muda asal Pandeglang, Satria Pratama, menyoroti kematian Muhammad Soleh alias BC, tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), di sel Rutan Polres Pandeglang.
Kematian Muhammad Soleh disebutkan karena bunuh diri dengan cara gantung diri di dalam sel.
Satria Pratama berpendapat, Muhammad Soleh dalam kasus ini menjadi korban.
“Saya tegaskan bahwa tahanan yang meninggal itu adalah sebagai korban. Ingat, ini korban,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 11 Juli 2023.
Satria menjelaskan, hal itu berdasarkan Perpol Kepolisian Nomor 4 Tahun 2005 yang juga mengatur bagaimana pengurusan tahanan.
“Aturan pengurusan tahanan ini adalah tanggung jawab Kepolisian tentang kesehatan dan lainnya, sehingga yang ditahan dalam kondisi baik-baik saja, karena perlakuan ada jaminan dan sebagainya. Tetapi kenapa itu bisa terjadi kepada korban berarti ada kelalaian dari petugas jaga,” katanya.
Lebih lanjut, Satria mengatakan, mekanisme pengawasan pastinya ada komandan jaga atau petugas lain secara bergantian. Petugas penjaga tahanan juga diperiksa secara internal.
“Bila terdapat unsur kelalaian dari petugas piket saat peristiwa terjadi, sanksi yang diberikan bakal sesuai dengan hasil pemeriksaan yang hingga kini masih dilakukan Propam. Apakah sanksi disiplin, apakah kode etik, nanti tergantung dengan hasil pemeriksaan Propam,” katanya.
Ketika ditemukan unsur kelalaian dari petugas dan kalau cukup bukti, maka akan adanya penetapan tersangka.
“Setahu saya begitu ketatnya disiplin penjagaan dan prosedur tetap yang berlaku di lembaga Kepolisian sampai setiap makanan yang diantar kepada tahanan pun diperiksa oleh polisi. Tetapi kok bisa sampai kecolongan seperti ini,” katanya.
Sebagai tahanan, seharusnya merasa nyaman berada di dalam sel. Anehnya, dia justru meninggal gantung diri dengan tali kolor.
“Ini ada apa, memang berdasarkan hal itu dugaan kuat saya ada unsur kelalaian pihak kepolisian. Karena walaupun dalam kondisi tertentu petugas jaga harus bertanggungjawab,” katanya.
Kalau dianiaya, pasti ada minta tolong, memang ada CCTV tapi itu hanya sarana.
“Tanggung jawab penuh tetap pada petugas jaga,” katanya.
Anggota Komisi III DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, turut berduka cita atas meninggalkan satu orang tahanan di sel Rutan Polres Pandeglang.
“Saya kaget dan tentu berduka cita. Saya minta dari pihak Kepolisian khususnya Polres Pandeglang agar mengusut tuntas terjadi nya hal ini,” katanya.
Adde menyayangkan kok bisa terjadinya gantung diri di dalam sel tahanan.
“Apakah ada saksi misalnya kawan disel atau penjaga setempat yang melihat kejadian tersebut. Karena kita tau bahwa di sel tahanan itu biasanya penuh d isi oleh banyak orang, jadi saya berharap penjelasan yang clear dari petugas,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











