CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Partai Gerindra dinilai bisa menjadi ancaman bagi Golkar dalam mempertahankan tahta sebagai partai pemenang di Pemilihan Legislatif (Pileg) Kota Cilegon.
Pada Pileg tahun 2019, Partai Golkar menjadi partai pemenang dengan perolehan kursi paling banyak di DPRD Kota Cilegon.
Partai Golkar berhasil meraih 10 kursi di DPRD Kota Cilegon. Sedangkan, Gerindra mendapatkan enam kursi.
Melihat perkembangan politik saat ini, Gerindra dinilai berpotensi menyalip Golkar.
Ada beberapa fakta dan faktor politik yang dinilai membuat Gerindra menjadi ancaman serius bagi Partai Golkar di Kota Cilegon.
Ketua Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Banten, Syaeful Bahri menjelaskan, ada beberapa fakta-fakta politik yang membuat Gerindra memiliki kans besar menjadi partai pemenang Pileg di Cilegon.
Pertama, jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Cilegon saat ini dijabat oleh Walikota Cilegon, Helldy Agustian.
Syaeful menilai, posisi itu menguntungkan bagi Partai Gerindra karena Helldy memiliki sumber daya yang kuat seperti sumber daya kekuasaan serta jaringan.
Kemudian, bagi Helldy, kemenangan Gerindra di Pileg Kota Cilegon pun seperti menjadi harga mati agar ia bisa dengan aman melenggang di kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Prospek Gerindra ke depan punya kans untuk jadi pemenang Pemilu, dengan bahasa Helldy yang saya baca di berita, ingin Gerindra memimpin DPRD, kalau begitu berarti kan partai pemilik kursi terbanyak jadi target,” ujar Syaeful, Selasa, 11 Juli 2023.
Fakta lainnya, saat ini salah satu kursi Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon pun diisi oleh kader sekaligus pengurus Partai Gerindra, yaitu Hasbi Sidik.
Fakta itu menunjukkan jika Gerindra tidak hanya memiliki sumber daya di eksekutif, tapi juga di level legislatif.
Dua kondisi itu, kemudian didukung dengan santernya Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto, kembali maju di Pemilihan Presiden, bisa memberikan dampak positif kepada partai di daerah.
Di Banten, hal itu sudah terbukti pada Pileg 2019 lalu, dimana Partai Gerindra berhasil menjadi partai pemenang di Pileg Provinsi Banten.
Dalam sejarah, baru pada Pileg itu Gerindra berhasil mendapatkan kursi terbanyak di DPRD Provinsi Banten dan menduduki jabatan Ketua DPRD Provinsi Banten.
“Dalam teori politik, itu disebut efek ekor jas, dan sudah terbukti di Pileg Provinsi Banten,” kata Syaeful.
Dari sisi ekternal, kondisi itu didukung oleh sejumlah tokoh Golkar yang tidak kembali maju di Pileg 2024 mendatang.
Diperkiran, beberapa nama petahana seperti Isro Miraj yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Cilegon, Abdul Rozak, dan Endang Efendi tidak akan kembali maju di Pileg 2024 nanti.
Suara mereka berpotensi terpecah dan menjadi sasaran partai-partai lain.
“Bisa jadi kalau politisi Golkar yang senior ini hanya manis di mulut untuk menjadi pendulang suara untuk DPRD Kota Cilegon karena mereka fokus pada level dirinya sendiri,” papar Syaeful.
Namun, Syaeful mengingatkan jika fakta menguntungkan itu bisa tidak efektif kalau tidak didukung oleh kerja keras setiap kandidat yang diusung di setiap Dapil.
“Kemampuan para caleg Gerindra di semua Dapil untuk melakukan kerja-kerja meyakinkan para pemilih menjadi pertaruhan, kalau tidak fakta-fakta keberuntungan tadi bisa mudah dipatahkan oleh Golkar,” papar Syaeful.
Sebagai partai pemenang di Cilegon, Syaeful menilai, Golkar tidak mudah untuk disalip.
Menurutnya, kalaupun perolehan kursi Golkar akan berkurang, pengurangannya tidak signifikan. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agus Priwandono











