CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Petugas Bidang Pengawasan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon menggelar survei lalu lintas kendaraan harian di ruas Jalan Aat-Rusli atau yang lebih dikenal Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon.
Survei ini untuk menghitung beban volume kepadatan lalu lintas kendaraan yang melintas di jalan tersebut.
Para petugas Dishub yang melakukan pendataan kendaraan di JLS tidak jauh dari lokasi lampu merah PCI.
Mereka mendata kendaraan yang melintas dengan menggunakan alat checker. Di lokasi juga didirikan tenda untuk petugas yang berjaga secara shift atau bergantian.
Kepala Bidang Pengawasan Keselamatan LLAJ pada Dishub Kota Cilegon, Deny Yuliandi mengatakan, survei ini dilakukan untuk mengetahui data pasti jenis dan volume kendaraan yang nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan perencanaan lalu lintas.
“Survei dilakukan selama sepekan dimulai sejak 18 Juli. Ini dilakukan untuk mendata secara pasti berapa banyak jumlah rata-rata harian volume lalu lintas kendaraan di JLS, karena jalur ini merupakan jalur terpadat di Kota Cilegon yang bukan saja dilalui kendaraan pribadi melainkan kendaraan umum, wisata, dan industri,” terangnya, Jumat, 21 Juli 2023.
Dari hasil survei, lanjut Deny, bakal dimanfaatkan sebagai acuan Pemerintah dalam melakukan perencanaan atau mengambil kebijakan terkait lalu lintas termasuk kebutuhan data dalam merancang sistem transportasi.
“Kami survei di JLS ini salah satunya karena ruas jalan yang volume lalu lintasnya cukup tinggi, sehingga banyak mengakibatkan kekurangan nyamanan kepada pengguna jalan yang lain. Sehingga apabila suatu saat memang dibutuhkan untuk perencanaan lalu lintas di sini kita sudah memiliki bahannya volume atau kepadatan lalu lintas yang ada di sini,” paparnya.
Diketahui, berdasarkan pendataan petugas survei di lokasi dalam waktu 2×24 jam, tercatat sebanyak 19.160 unit motor, 16.868 unit mobil pribadi, 4.554 unit angkutan umum, 16.509 unit kendaraan industri, dan 5.488 kendaraan over dimensi over load atau ODOL melintas di JLS. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Agus Priwandono











