SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai mencairkan Bantuan Provinsi (Banprov) Dan Desa untuk ribuan Desa di Banten. Namun, dari jumlah total 1.238 Desa yang mendapatkan bantuan, belum sumuanya cair.
Mereka masih berproses pengajuan baik ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banten maupun Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten.
Sekretaris Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Banten, Rafik Rahmat Taufik membenarkan. Katanya, saat ini belum semua Desa di Banten mencairkan Banprov Dana Desa.
“Iya lagi berproses, baru sebagian yang cair,” kata Rafik, Jumat, 11 Agustus 2023.
Rafik mengatakan, lambatnya pengajuan Banprov Dana Desa disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya, disebabkan oleh mekanisme pengajuan yang mana setiap Desa yang ingin mengajukan Banprov Dana Desa harus datang secara langsung ke kantor DPMD Banten di KP3B, Kota Serang.
“Karena saat ngajuin proposal harus ke DPMD, DPMD masih nerapin sistem manual di proses pengajuan proposalnya, padahal Desa kan tersebar khususnya di daerah Selatan seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang jauh jaraknya ke Kota Serang,” ucapnya.
Seharusnya, kata Rafik, di era modern ini sudah tidak perlu lagi pengajuan secara langsung, namun dapat melalui online.
Rafik pun berharap agar DPMD Banten bisa menerapkan mekanisme online mengiringi perkembangan teknologi saat ini.
“Harusnya DPMD udah manfaatkan perangkat teknologi untuk sistem pengajuan proposal. Misal, siapkan aplikasi untuk inputing proposal yang diajukan,” harapnya.
Selain itu, dirinya juga berharap agar Banprov Dana Desa itu bisa ditambah lagi dari Rp 60 juta per Desa menjadi Rp 100 juta per Desa.
Sebab, dengan hanya nominal segitu tidak akan mencukupi dan menunjang berbagai program pembangunan dan pemberdayaan di Desa.
“Angka Rp 60 juta mah kalau kata anak muda mah kentang, harusnya bisa lebih,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











